Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Februari 2026, 17.16 WIB

Ustaz Hilman Fauzi: Ketenangan Hati Jadi Nilai Utama dalam Transaksi Syariah

Ustaz Hilman Fauzi saat mengisi tausiah di acara Bank Syariah Indonesia (BSI) Fest Ramadan, Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/2)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

 
JawaPos.com – Mubalig kondang, Ustaz Hilman Fauzi menekankan pentingnya ketenangan hati sebagai salah satu modal utama meraih rida Allah SWT.  Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi tausiah di acara Bank Syariah Indonesia (BSI) Fest Ramadan, Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/2/2026). 
 
“Aa, apa modalnya kita masuk surga? Salah satunya, surga hanya akan dimasukkan oleh hamba Allah yang diridai-Nya, yang punya hati yang tenang. ‘Yā ayyatuhan-nafsul-mutmainnah, irji'ī ilā rabbiki rādhiyatam mardhiyyah, fadhkhulī fī 'ibādī wadkhulī jannatī’. Kata Allah, ‘Wahai hamba-Ku yang berjiwa tenang, masuklah ke dalam surga-Ku dengan hati yang rida dan Allah meridaimu," jelasnya.
 
Ia pun mengajak jamaah untuk mencermati aspek ketenangan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk dalam memilih lembaga keuangan.
 
“Tolong catat, bertransaksi dengan bank syariah, yang paling penting kita mendapatkan ketenangan. Setuju?” ujar Ustaz Hilman, yang langsung disambut jawaban setuju dari hadirin.
 
 
Lebih lanjut, Ustaz Hilman menilai bahwa secara teknis, produk perbankan syariah dan konvensional kerap dianggap tidak jauh berbeda oleh sebagian masyarakat. Namun, ia menegaskan ada nilai yang tidak bisa diukur secara materi.
 
“Kalau urusan produk, sama. Urusan margin, mungkin nggak jauh beda. Urusan bagi hasil, mungkin nggak jauh beda. Tapi yang paling penting ada ketenangan yang bisa kita rasakan. Dan ketenangan itu mahal harganya. Setuju?” katanya.
 
Ustaz Hilman juga mengingatkan tentang dampak harta halal terhadap kehidupan seorang muslim, termasuk dalam hal doa dan keberkahan keluarga.
 
“Harta halal menjadikan doa lebih cepat dikabulkan. Berarti sebaliknya, harta haram menghambat doa dikabulkan. Harta halal akan jadi daging untuk anak-anak kita. Berarti sebaliknya, harta haram yang diberikan kepada anak kita tidak akan pernah tumbuh daging daripadanya," terangnya.
 
Ia menegaskan bahwa menjauhi riba merupakan kewajiban, sekaligus jalan untuk menjaga keberkahan hidup.
 
 
“Maka meninggalkan riba adalah jawaban, menjauhkan dari riba adalah kewajiban. Dan hari ini Bank Syariah Indonesia dengan segala produknya, dengan segala programnya, bukan lagi alternatif tapi solusi yang harus kita pilih sehingga kita bisa melangkah dalam kebaikan bukan hanya di dunia tapi sampai di akhirat. Setuju?,” pungkasnya.
 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore