Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 16.27 WIB

Akui Ada Sopir Truk Tambang Parung Panjang Anak di Bawah Umur, ATTB Minta Aparat Bertindak Tegas

Pengendara sepeda motor melintas di samping truk yang mengantre untuk melintas di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pengendara sepeda motor melintas di samping truk yang mengantre untuk melintas di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kemacetan parah dan kecelakaan truk tambang yang kerap terjadi di jalan utama Parung Panjang dan sekitarnya karena beragam faktor. Misalnya, ada truk tambang dikemudikan oleh anak di bawah umur. Sopir itu sudah pasti belum memiliki SIM.

"Saya tidak menutup mata memang ada sopir anak di bawah umur," kata Sekretaris Jende­ral (Sekjen) Asosiasi Transporter Ta­ngerang-Bogor (ATTB) Ahmad Gozali kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Anak di bawah umur yang belum stabil secara emosi dan mental. Terkadang merekalah yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan truk tambang. Sopir anak di bawah umur ini bisa melajukan kendaraan mereka secara ugal-ugalan seolah-olah tidak ada rasa takut bakal mengakibatkan kecelakaan.

Ahmad Gozali meyakini aparat penegak hukum mengetahui kondisi itu. Namun, tidak ada penindakan tegas dilakukan sehingga masalah ini justru menjadi masalah besar di Parung Panjang dan sekitarnya.

"Kami sangat mendukung sopir anak di bawah umur tidak diperbolehkan karena memang tidak boleh. Kami dukung penegakan hukum dilakukan seperti mengamankan sopir anak di bawah umur, bahkan kendaraannya disita," ungkapnya.

Dia menegaskan sopir truk tambang yang tidak mengantongi SIM B2 umum juga harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. Karena, mereka sangat berpotensi menciptakan masalah ketika mengemudi di jalan raya.

Selain itu, penyebab kecelakaan atau kemacetan lainnya di jalan utama Parung Panjang akibat truk tambang yang sebenarnya sudah tidak layak pakai tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan mengangkut material tambang. 

Alhasil, truk tersebut akhirnya mogok atau mengalami masalah di jalan raya Parung Panjang. Otomatis, hal itu mengakibatkan kemacetan di jalan karena separuh jalan jadi tertutup oleh truk tambang.

"Kendaraan yang tidak layak juga harus ditindak tegas. Karena kalau dibiarkan, akan menciptakan kemacetan ketika mogok, pecah ban, dan sejenisnya," paparnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore