Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 13.48 WIB

Pramono Minta Pemerintah Pusat Tak Keluarkan Visa Atlet Israel: Gak Ada Manfaatnya!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menetapkan pemekaran Kelurahan Kapuk di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (30/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menetapkan pemekaran Kelurahan Kapuk di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (30/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendesak pemerintah pusat tidak mengeluarkan visa bagi atlet senam asal Israel yang disebut akan berlaga di Ibu Kota dalam ajang 53rd Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025.

Menurut Pramono, kehadiran kontingen Israel di Jakarta hanya akan memicu kemarahan publik, terlebih di tengah memanasnya situasi global saat ini.

"Dan kalau saya, yang paling penting visanya gak usah dikeluarin aja, supaya gak ke Jakarta. Karena gak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini ada atlet (Israel), apalagi atlet gimnastik ya. Itu bertanding di Jakarta dan pasti akan menyulut membangkitkan kemarahan publik dalam kondisi yang seperti ini," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (8/10).

Ia pun menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB sebagai bukti tegasnya sikap Indonesia terhadap konflik Palestina-Israel.

"Apalagi pidato Bapak Presiden Prabowo Subiyanto di PBB sudah clear, jelas. Jadi tidak perlu diterjemahkan lagi," ucapnya.

Pramono juga menegaskan, sebagai Gubernur Jakarta, dirinya tidak akan mengizinkan kehadiran atlet Israel di Ibu Kota.

"Yang pertama tentang atlet Israel kalau ke Jakarta, tentunya sebagai Gubernur Jakarta dalam kondisi seperti ini pasti saya tidak mengizinkan," tegasnya.

Politikus PDIP itu juga mengingatkan agar pihak-pihak yang berencana mengundang kontingen Israel berpikir ulang. Sebab, hal ini hanya akan membuat kegaduhan di masyarakat.

"Dan yang paling prinsip saya juga berharap pemerintah dalam hal ini, ataupun organisasi yang ingin mengundang harus berpikir seribu kali," terangnya.

Pramono menilai, memori masyarakat Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza masih sangat kuat. Karena itu, langkah menghadirkan atlet Israel di Jakarta sangat tidak bijak.

"Karena apapun yang terjadi di Gaza masih memorinya itu melekat di kita semua," tuturnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore