Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 22.46 WIB

Pemkot Tangerang akan Bebaskan Lahan Proyek MRT East-West Line di 2026

Gubernur Banten Andra Soni saat diwawancarai terkait kelanjutan MRT ke Provinsi Banten di wilayah Serpong Utara, Senin (8/9). (Muhtamimah/Jawa Pos) - Image

Gubernur Banten Andra Soni saat diwawancarai terkait kelanjutan MRT ke Provinsi Banten di wilayah Serpong Utara, Senin (8/9). (Muhtamimah/Jawa Pos)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melakukan pembebasan lahan untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) East-West Line Fase II. Proyek ini akan menghubungkan Cikarang hingga Balaraja, dengan melintasi Kota Tangerang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada pembentukan kelembagaan bersama guna mempercepat pengembangan MRT East-West Line.

"Kami terus mendukung sinergi untuk memastikan keberlanjutan proyek MRT Jakarta East-West Line yang mulai disiapkan. Selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan intens untuk membahas persaiapan sebelum proses pengembangan resmi berjalan mulai dari kelembagaan, pembebasan lahan, sampai skema pendanaannya," ujar Yeti dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/10).

Pembebasan Lahan Dimulai Bertahap 2026-2029

Pemkot Tangerang akan berkontribusi dalam proses pembebasan lahan secara bertahap sesuai rencana yang sudah disusun, yakni mulai 2026 hingga 2029.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan wilayah Tangerang menyambut kehadiran transportasi massal modern yang terintegrasi dengan kawasan Jabodetabek.

Pembangunan Jalan Frontage Dukung Akses MRT

Selain fokus pada MRT, Pemkot Tangerang juga segera merealisasikan pembangunan Jalan Frontage Utara Tol Jakarta-Merak. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi jalur penunjang konektivitas yang terhubung langsung dengan sistem MRT East-West Line di masa mendatang.

"Tidak hanya itu, kami berharap rencana percepatan pengembangan MRT East-West Line bisa disinkronisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang 2025-2029," tambah Yeti.

Pemkot Tangerang optimistis, kehadiran MRT East-West Line akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Akses yang lebih cepat dan efisien diharapkan dapat membuka peluang investasi dan meningkatkan mobilitas masyarakat.

"Dengan konektivitas yang makin luas, potensi ekonomi Tangerang akan ikut terdongkrak," tegas Yeti. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore