Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Oktober 2025, 16.40 WIB

Ambulans Parung Panjang Tak Terjebak Macet Lagi Usai Tambang Ditutup,  Gampar: Waktu Adalah Nyawa

Kemacetan di jalur Parung Panjang Bogor imbas aktivitas truk tambang yang tak mengenal waktu kini tak lagi dirasakan usai tambang ditutup sementara oleh Gubernur KDM. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Kemacetan di jalur Parung Panjang Bogor imbas aktivitas truk tambang yang tak mengenal waktu kini tak lagi dirasakan usai tambang ditutup sementara oleh Gubernur KDM. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Manfaat ditutupnya sementara aktivitas pertambangan untuk wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, dan juga dirasakan sopir ambulans yang kerap berkejaran dengan waktu demi menyelamatkan nyawa manusia.

Setelah aktivitas pertambangan dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, sopir ambulans merasa sangat bersyukur karena tidak ada lagi momen terjebak di jalan utama Parung Panjang akibat truk-truk pertambangan.

"Iya driver ambulans bersyukur karena semenjak penutupan tambang sementara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mereka tidak lagi terjebak dalam kemacetan saat mengantar pasien," kata Saeful Anwar selaku Ketua Gerakan Masyarakat Parungpanjang untuk Perubahan (Gampar).

Apa yang diungkapkan sopir ambulans dinilai Gampar harus mendapat perhatian dari pemerintah. Pasalnya, mobil ambulans di Parung Panjang memang kerap kali terjebak dalam kemacetan truk-truk pertambangan.

Padahal, mobil ambulans butuh waktu cepat untuk melintas karena membawa pasien yang sedang membutuhkan pertolongan dalam waktu cepat. 

"Waktu adalah nyawa. Semoga kelancaran lalu lintas di Parung Panjang terus terjaga," katanya penuh harap.

Manfaat ditututpnya aktivitas pertambangan oleh KDM di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya juga dirasakan manfaatnya oleh driver ojek online bernama Asep. Dia mengaku selalu menolak ketika ada order masuk ke perumahan SGV dan sekitarnya karena kerap kali terjebak kemacetan di jalan.

Namun setelah aktivitas pertambangan ditutup sementara oleh KDM, dia mengaku tidak lagi menolak orderan.

"Kalau sekarang, karena jalanan sudah lancar, hajar saja sudah semua orderan yang masuk," katanya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore