Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 00.52 WIB

Usai Rumah Menteri dan Anggota DPR Dijarah, 47 Ormas di Jakarta Utara Gelar Deklarasi Damai

Forkopimda Jakarta Utara menghadiri deklarasi damai Forum RT/RW Jakarta Utara bersama 47 organisasi masyarakat (Ormas). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com) - Image

Forkopimda Jakarta Utara menghadiri deklarasi damai Forum RT/RW Jakarta Utara bersama 47 organisasi masyarakat (Ormas). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Masyarakat Jakarta Utara menyatakan menolak segala bentuk tindakan anarkis seperti penjarahan maupun kerusuhan. Hal ini mengacu kepada peristiwa penjarahan yang menimpa eks Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan beberapa Anggota DPR RI seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Uya Kuya.
 
Forum RT/RW Jakarta Utara pun menginisasi deklarasi damai yang diikuti oleh 47 organisasi masyarakat (Ormas). Masyarakat tak ingin peristiwa anarkis seperti itu terulang kembali.
Ketua Forum RT/RW Jakarta Utara, Suaib mengatakan, aksi penjarahan tidak menggambarkan masyarakat Jakarta Utara sesungguhnya. Dia menilai ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk berbuat anarkis.
 
“Ini tentunya (penjarahan) bukan menjadi satu ide atau gerakan murni masyarakat Jakarta Utara, tapi kami melihat bahwa memang ada provokasi yang terbangun,” kata Suaib usai deklarasi di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Sabtu (11/10).
 
 
Suaib menilai, tindakan penjarahan di rumah Sahroni telah mencoreng nama baik warga Jakarta Utara. Oleh karena itu, dia berharap agar aparat kepolisian melakukan penegakan hukum kepada para pelaku.
 
“Kami berharap bahwa seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun yang memprovokasi ini, betul-betul bisa dilakukan satu proses yang tegas, yang tepat, sehingga tidak ada kebudayaan yang ngelos (terlewat) daripada kejadian-kejadian kemarin,” jelasnya.
 
Dia menuturkan, masyarakat Jakarta Utara menyadari pentingnya membangun kepercayaan antar warga. Oleh karena itu, warga bersama-sama berkomitmen untuk memperbaiki citra diri yang rusak akibat tindakan anarkis segelintir orang.
 
“Kami sudah mulai membangun satu upaya bagaimana kepercayaan-kepercayaan itu justru harus kita wujudkan baik kepada pemerintah maupun pelaku-pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya,” imbuhnya.
 
Melalui deklarasi ini, 47 ormas di Jakarta Utara membangun wadah bernama ‘Jakarta Utara Rumah Kolaborasi’. Langkah ini sebagai upaya meciptakan situasi kondusif.
 
“grup ini menjadi wadah kebersamaan kita semua untuk berdiskusi-berdiskusi sehingga betul-betul kita menyikapi persoalan itu secara tepat,” pungkasnya.
 
Di tempat sama, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mendukung deklarasi damai masyarakat. Sebab, menjaga situasi kondusif menjadi tanggung jawab bersama.
 
“Kami menyambut baik inisiatif Forum RT/RW dan seluruh ormas yang berkomitmen menjaga kedamaian dan ketertiban di wilayah Jakarta Utara. Deklarasi ini menunjukkan, bahwa masyarakat kita tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali,” tukas Hendra. 
 
Turut hadir dalam deklarasi damai ini, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz, Dandim 0502/Jakarta Utara Mayor Arm Nawang, dan sejumlah pimpinan ormas.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore