Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 06.44 WIB

Rutan Jakarta Pusat Panen Magot, Warga Binaan Didorong Mandiri dan Produktif

Rutan Kelas I Jakarta Pusat memanen 114 kilogram magot (Black Soldier Fly/BSF) di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (14/10). (Istimewa) - Image

Rutan Kelas I Jakarta Pusat memanen 114 kilogram magot (Black Soldier Fly/BSF) di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (14/10). (Istimewa)

JawaPos.com-Warga binaan Rutan Kelas I Jakarta Pusat atau Rutan Salemba memanen 114 kilogram magot (Black Soldier Fly/BSF) di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (14/10).

Panen ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, tapi benar-benar menghasilkan dampak positif dan produktif bagi warga binaan.

Budidaya magot di Rutan Kelas I Jakarta Pusat bukan sekadar kegiatan pertanian biasa. Magot ini merupakan hasil pengolahan limbah organik yang diubah menjadi produk bernilai guna tinggi.

Hasil panen digunakan sebagai pakan ikan di SAE, sementara sisanya dijual ke pasar. Tak berhenti di situ, sisa pakan magot (kasgot) juga diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman sayur.

Dengan konsep zero waste, seluruh hasil panen dimanfaatkan hingga tuntas tanpa meninggalkan limbah. Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat Wahyu Trah Utomo menjelaskan, kegiatan ini bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan bisa mandiri setelah bebas.

“Kegiatan panen magot ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan entrepreneurship bagi Warga Binaan, sehingga nantinya mereka memiliki modal untuk membuka usaha pengolahan limbah sampah apabila kembali ke masyarakat,” ujar Wahyu Trah Utomo.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam memperkuat peran warga binaan agar mampu menciptakan lapangan kerja baru di masyarakat.

Wahyu menegaskan, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan menjadi bekal penting untuk menata hidup yang lebih baik setelah masa pidana berakhir.

“Kami berharap Warga Binaan yang telah memiliki keterampilan yang produktif dan mandiri tidak mengulangi tindak pidana di kemudian hari. Mereka diharapkan dapat fokus berwirausaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki ketika di Rutan," imbuh Wahyu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore