Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 22.47 WIB

Kasus ISPA di Jakarta Meningkat, Dinkes DKI Siapkan Langkah Pencegahan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Istimewa) - Image

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA masih terjadi di ibu kota dalam kurun waktu sebulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, memastikan peningkatan ISPA tersebut masih dalam pola wajar dan tidak signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyiapkan langkah pencegahan dan penanganan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menjadi wabah, melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

"Sejauh ini untuk kasus ISPA masih sesuai dengan polanya. Jadi ketika memang iklim, cuaca cenderung seperti sekarang, kasusnya biasanya agak naik. Tapi sejauh ini nggak sangat signifikan. Jadi masih di dalam kendali," kata Ani, kemarin (16/10).

Baca Juga: Trade Expo Indonesia 2025 Resmi Dibuka, Peluang Ekspor Terbuka Lebar

Ia juga memastikan, Dinas Kesehatan akan selalu memantau perkembangan kasus ISPA dan penyakit lainnya di Jakarta. Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta juga siap melayani kesehatan masyarakat. "Faskes yang ada di seluruh Jakarta sebanyak 292 puskesmas pembantu, 44 puskesmas kecamatan. Kami siap," terangnya.

Bahkan, untuk puskesmas di tingkat kecamatan juga membuka layanannya selama 24 jam untuk masyarakat. Karena itu, Ani mengimbau masyarakat agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendeteksi penyakit sejak dini. "Di puskesmas kecamatan pun sudah 24 jam sehingga ketika warga memang merasakan gejala, silakan berobat ke puskesmas, ke faskes, sehingga bisa dilakukan deteksi dini terhadap penyakit apapun," jelasnya.

Baca Juga: Operasi Pembebasan Warga Soanggama, Koops Habema TNI Tumpas 14 Anggota OPM

Terkait kekhawatiran adanya kenaikan kasus yang menyerupai Covid-19, Ani menyebut penyakit tersebut saat ini telah masuk ke fase endemis. Sehingga meskipun penyakit Covid masih ditemukan, namun tingkat keparahannya tidak tinggi.

"Tapi Covid memang ada. Covid itu kita sekarang adalah masuk ke fase endemis, jadi memang ada, tetapi tingkat keparahannya tidak tinggi. Jadi biasanya hanya banyak di kasusnya dirawat jalan saja," tutupnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore