Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 20.50 WIB

Penelitian Kandungan Mikroplastik dalam Air Hujan di Jakarta Ternyata Sudah Dilakukan BRIN Sejak 2018

Ilustrasi hujan. (Freepik) - Image

Ilustrasi hujan. (Freepik)

JawaPos.com - Temuan adanya kandungan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta ternyata telah diteliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak 2018 lalu. Temuan ini baru mencuat usai penelitian itu dipublikasikan secara luas.

Temuan ini menunjukkan bahwa polusi plastik kini telah menjangkau atmosfer dan memerlukan langkah penanganan yang ilmiah, terukur, dan kolaboratif, untuk mengatasinya.

“Sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan DLH DKI Jakarta, yang merespons cepat dan mendorong penelitian lanjutan, baik di perairan Jakarta maupun di air hujan,” ujar Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova, Jumat (24/10).

Kemudian, ia mengatakan bahwa pihaknya bersama DLH DKI Jakarta telah melakukan penelitian lanjutan serta menyiapkan usulan standar baku mutu mikroplastik.

Saat ini, regulasi nasional mengenai batas aman mikroplastik di udara dan air hujan belum tersedia, sehingga kolaborasi ini diharapkan menjadi pijakan awal menuju kebijakan nasional berbasis bukti ilmiah.

Sementara itu, Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan bahwa pihaknya telah memperkuat pengendalian sampah plastik dari hulu hingga hilir, termasuk pemantauan kualitas udara dan air hujan secara berkelanjutan.

Beberapa langkah yang telah diterapkan antara lain diterbitkannya Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan, perluasan Jakstrada Persampahan yang menargetkan pengurangan sampah 30 persen dari sumbernya, serta pengembangan bank sampah, fasilitas TPS 3R, dan berbagai inisiatif daur ulang berbasis komunitas.

“Menjaga langit Jakarta bebas dari mikroplastik adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama untuk menanggulangi persoalan plastik ini,” tegas Asep.

Adapun saat ini Pemprov DKI Jakarta bersama BRIN kini tengah memperluas pemantauan mikroplastik di udara dan air hujan melalui sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI), sebuah platform berbasis data untuk pemantauan kualitas lingkungan. Data yang terhimpun dari sistem ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih berbasis bukti (evidence-based policy).

Asep menambahkan, sinergi riset ini tidak hanya memperkuat basis data ilmiah, tetapi juga mendukung lahirnya kebijakan pengendalian polusi yang lebih efektif dan adaptif. 

“Temuan BRIN ini bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk memperkuat riset dan solusi. Polusi plastik kini bukan hanya masalah laut atau sungai, tetapi sudah sampai di langit Jakarta,” pungkasnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore