Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 05.34 WIB

Stok Darah di Jakarta Menipis, BUMN Holding Turun Tangan Gelar Donor Massal

Ilustrasi masyarakat mendonorkan darah. (Istimewa) - Image

Ilustrasi masyarakat mendonorkan darah. (Istimewa)

JawaPos.com-Ketersediaan darah di Jakarta kerap kekurangan stok. Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta mencatat kebutuhan darah di ibu kota bisa mencapai lebih dari 1.000 kantong per hari.

Sementara pasokan kerap tidak seimbang dengan permintaan. Terutama pada periode pasca libur panjang dan saat cuaca ekstrem yang membuat jumlah pendonor menurun.

Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk ikut membantu menutup kekurangan tersebut. Salah satunya datang dari kelompok BUMN asuransi dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), yang menggelar aksi donor darah massal di Jakarta pekan ini. 

Kegiatan ini digagas PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-5, dan melibatkan kolaborasi dengan Mandiri Inhealth serta Grahaniaga Tatautama (GNTU).

Menggandeng RS Pusat Pertamina sebagai mitra pelaksana, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 244 kantong darah, yang akan disalurkan kepada pasien di berbagai rumah sakit di Jakarta. 

Jumlah tersebut mungkin belum besar dibanding kebutuhan harian PMI, namun diharapkan dapat membantu menutup sebagian kekurangan yang sering kali terjadi setiap bulan.

Selain donor darah, peserta juga berkesempatan melakukan mini medical check-up dengan menggunakan e-card Mandiri Inhealth pada aplikasi One by IFG. 

Fasilitas ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, sekaligus mengajak karyawan dan masyarakat agar lebih rutin memantau kondisi tubuh sebelum berdonor.

Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi menyatakan kegiatan ini bukan hanya seremoni ulang tahun, tetapi respons atas kondisi nyata di lapangan. Kebutuhan darah terus meningkat, sementara jumlah pendonor menurun.

"Kami ingin berkontribusi nyata, karena setiap kantong darah yang terkumpul bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Gatot Haryadi.

Menurut Gatot, semangat kolaborasi antaranggota holding IFG menjadi kunci dalam melahirkan kegiatan sosial yang berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk terlibat dalam gerakan donor darah nasional.

Di tengah tingginya kebutuhan darah dan menurunnya jumlah pendonor di Jakarta, aksi seperti yang dilakukan IFG Life menjadi bentuk nyata solidaritas sosial. Donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya kemanusiaan yang bisa menentukan hidup dan mati seseorang di ruang perawatan rumah sakit.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore