Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 16.08 WIB

Viral Istrinya Pamer Tumpukan Uang, Kades Rengasjajar Bogor Minta Publik Tidak Telan Info Mentah-mentah

Viideo istri Kades Rengasjajar Kabupaten Bogor yang tengah pamer uang di tengah polemik Tambang Parung Panjang viral dan menuai sorotan publik. (Radar Bogor) - Image

Viideo istri Kades Rengasjajar Kabupaten Bogor yang tengah pamer uang di tengah polemik Tambang Parung Panjang viral dan menuai sorotan publik. (Radar Bogor)

JawaPos.com - Viral di media sosial memperlihatkan istri Rusli, Kades Rengasjajar, Cigudeg, Bogor, memamerkan gepokan uang dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu saat berada di dalam mobil.

Video istri Kades Rengasjajar tersebut disorot publik di tengah masyarakat Rengasjajar sedang kesulitan ekonomi, setelah perusahaan pertambangan ditutup sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Ditambah lagi, terungkap fakta bahwa desa Rengasjajar dapat pemasukan puluhan miliar setahun dari tambang di Parung Panjang.

Versi KDM, pendapatan desa Rengasjajar bisa mencapai Rp 43 miliar setahun. Namun yang diakui Rusli hanya Rp 30 miliar setahun. 

Atas beredarnya video istrinya pamer tumpukan uang, Rusli akhirnya menyampaikan klarifikasi. Dia memastikan aksi sang istri pamer uang tidak ada kaitannya dengan penutupan tambang sementara yang terjadi sekitar satu bulan belakangan.

"Video itu dibuat waktu penutupan sebagian kegiatan tambang pada Juli 2025, tidak ada kaitannya tindakan ibu lurah dengan penghinaan masyarakat yang terdampak saat ini," kata Rusli dilansir dari Radar Bogor.

Menurut Rusli, video itu dibuat tujuannya hanya sebatas bercanda dengan salah satu sopir truk tambang yang memang bekerja dengan istrinya. 

Namun sayangnya, video candaan istri Kades Rengasjajar justru menyebar luas ke publik dan menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Bahkan, video itu sempat membuat sakit hati sejumlah warga Rengasjajar yang saat ini sedang kesulitan ekonomi.

"Setelah ditanya video yang ada ada ibu lurahnya ternyata dari salah satu sopir truk. Dia merasa ada yang download dalam status WA, diberikan caption berlebihan, dan diadu domba dengan masyarakat yang terdampak," ungkapnya.

Rusli meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah video yang beredar karena tidak ada maksud sama sekali untuk menghina masyarakat atau mereka yang terkena dampak penutupan aktivitas pertambangan.

"Saya menghimbau kepada warga agar tidak menelan mentah-mentah, menyalahkan, berita yang belum pasti kepastiannya alias berita hoax," imbuhnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore