
Transjabodetabek jadi andalan warga pelaju daerah penyangga Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengusulkan penambahan jumlah armada bus Transjabodetabek yang melayani wilayahnya. Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie ke Pemprov DKI sebagai respons atas tingginya minat masyarakat menggunakan layanan transportasi publik tersebut.
Saat ini, Kota Tangsel dilayani delapan rute dengan enam titik origin layanan Transjakarta. Untuk layanan Royaltrans, tersedia 13 bus yang beroperasi di empat rute.
Sementara itu, untuk Transjabodetabek terdapat empat rute dengan total 74 bus yang melayani mobilitas warga di wilayah Tangsel.
"Melihat perkembangan penduduk dan tingginya minat masyarakat, kami mengusulkan agar jumlah armada bisa ditambah. Soal jumlah pastinya nanti akan dihitung bersama dengan Pemprov DKI Jakarta," kata Benyamin, kemarin (30/10).
Selain penambahan armada, Benyamin juga menyoroti pentingnya peningkatan kenyamanan dan fasilitas pendukung. Dia meminta agar halte-halte di titik-titik origin diperindah dan dibuat lebih nyaman bagi pengguna.
"Titik-titik seperti Terminal BSD, Pool PPD Ciputat, South City Cinere, Giant BSD, Bintaro Xchange, dan Flavor Bliss Alam Sutera bisa diperindah karena banyak warga Tangsel yang menggunakan Transjabodetabek," ujarnya.
Benyamin juga mengusulkan penambahan rute baru ke sejumlah kawasan dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti area BSD di sekitar RS Eka Hospital. Hal ini sekaligus mendukung rencana Pemkot Tangsel menjadikan wilayahnya sebagai destinasi health tourism.
"Kami ingin ada rute yang melintasi rumah sakit-rumah sakit besar seperti Eka Hospital, Premier Bintaro. Jadi masyarakat lebih mudah menuju fasilitas kesehatan. Ini juga sejalan dengan visi Tangsel sebagai kota tujuan wisata kesehatan," imbuhnya.
