Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 November 2025, 16.34 WIB

Rumah Kades Rengasjajar Rusli Digeruduk Warga Usai Tambang Ditutup, Ada Apa?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JawaPos.com - Rumah Kades Rengasjajar, Rusli, didatangi sejumlah warga. Hal itu terjadi setelah aktivitas pertambangan ditutup sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM untuk memaksa mereka agar patuh terhadap aturan.

Rusli mengungkapkan sejumlah warga yang datang tujuannya untuk meminta bantuan mengingat kondisi mereka sedang dalam keadaan sulit tidak punya penghasilan setelah pertambangan ditutup sementara.

"Selalu ada saja warga yang datang bang. Kita kasih seadanya saja. Kalau ada uang kita kasih uang, kalau ada beras kita kasih beras," kata Rusli kepada JawaPos.com.

Menurut Rusli, setiap kali ada warga yang datang, dirinya sebisa mungkin tidak menolak. Dia berusaha membantu warga semampunya sebab dia tahu kondisi mereka sedang benar-benar membutuhkan bantuan.

Pada saat mereka tahu bahwa Rusli bersama Ahmad Sayani, warga Rengasjajar yang viral di media sosial hanya bisa makan kelapa usai tambang ditutup sementara, mendapatkan uang dari KDM saat datang ke rumahnya beberapa waktu lalu, sejumlah warga juga datang ke rumah Rusli dan minta uang.

"Ibu-ibu datang minta uang. Kita kasihlah mereka Rp 200 ribu. Intinya kita tidak pernah menolak. Kita bantu warga sesuai dengan kemampuan kita," paparnya.

Diketahui, aktivitas pertambangan dari sejumlah perusahaan dari 3 kecamatan di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin ditutup sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. 

Hal itu dilakukan KDM setelah warga Parung Panjang dan sejumlah warga Tangerang viral memprotes keras truk-truk tambang melintas melanggar aturan tidak sesuai Perbub Nomor 56 Tahun 2023.

Selain untuk memastikan perusahaan-perusahaan tambang taat aturan, Dedi Mulyadi juga menghentikan sementara aktivitas pertambangan dari 3 kecamatan guna memastikan kualitas jalan yang sedang diperbaiki dan belum kering di Parung Panjang dan sekitarnya, dapat optimal kualitasnya tidak diinjak truk-truk tronton yang beratnya mencapai puluhan ton. 

KDM memastikan tidak akan membuka perusahaan-perusahaan tambang kembali sampai dengan keluarnya hasil penelitian ilmiah yang dilakukan akademisi dari IPB dan ITB. Dedi Mulyadi memastikan hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk ambil keputusan terkait arah pertambangan ke depannya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore