Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 November 2025, 15.28 WIB

8 Tanggul di Jaksel Roboh dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Jakarta Gelar Penanganan Darurat

Petugas memperbaiki tanggul longsor di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Istimewa) - Image

Petugas memperbaiki tanggul longsor di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Kamis (30/10) malam menyebabkan lima tanggul roboh dan tiga tanggul longsor di wilayah Jakarta Selatan.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat, peristiwa ini dipicu oleh tingginya debit air di sejumlah sungai dan saluran penghubung.

"Kami telah menurunkan tim ke seluruh titik kerusakan untuk melakukan penanganan darurat. Saat ini kami fokus mencegah limpasan air agar tidak meluas ke pemukiman warga," ungkap Hendri, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Minggu (2/10).

Berdasarkan data Dinas SDA, berikut titik-titik yang terdampak roboh dan longsornya delapan tanggul tersebut:

Tanggul Roboh

  1. Kemang Village (Lippo Mall Kemang) – aliran Kali Krukut, sepanjang 13,5 meter
  2. Tanggul Baswedan, Jatipadang, Pasar Minggu – aliran PHB Pulo, sisi Sabili 25 meter dan sisi lahan kosong 25 meter (total 40 meter)
  3. Plaza Bisnis Kemang – aliran Kali Krukut, sepanjang 30 meter
  4. Jl. Kemang Utara IX, Mampang Prapatan – aliran Kali Mampang, sepanjang 6 meter
  5. Jl. Taman Kemang Bangka (sebelah Wisma Anugraha) – aliran Kali Krukut, sepanjang 3 meter

Tanggul Longsor

  1. Jl. Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu – aliran Kali Ciliwung, sepanjang 6 meter
  2. Jl. Gunuk Raya, Pejaten Timur, Pasar Minggu – aliran Kali Ciliwung, sepanjang 14 meter
  3. Jl. Adityawarman, Selong, Kebayoran Baru – aliran PHB Adityawarman, sepanjang 25 meter

Kerusakan tersebut terjadi akibat tekanan debit air tinggi di Kali Krukut, Kali Mampang, dan PHB Pulo.

Sementara longsor disebabkan pengikisan dinding tanggul oleh curah hujan ekstrem berulang kali.

Suku Dinas SDA Jakarta Selatan telah membangun tanggul sementara menggunakan karung pasir di lokasi terdampak untuk menahan limpasan air.

"Selain itu, pada titik-titik longsor telah dilakukan pemasangan crucuk kayu dolken dan karung pasir sebagai langkah sementara. Untuk Jl. Adityawarman, akan dilakukan pembangunan turap permanen guna memperkuat struktur tebing sungai," jelas Hendri.

Menurut Hendri, perbaikan fisik permanen diperkirakan membutuhkan waktu antara dua hingga tiga bulan, tergantung kondisi cuaca dan tinggi muka air.

"Perbaikan fisik permanen diperkirakan memakan waktu antara dua hingga tiga bulan, menyesuaikan kondisi cuaca dan ketinggian muka air di lapangan," lanjutnya.

Dinas SDA juga tengah menghitung estimasi biaya perbaikan serta melakukan pengecekan tanggul di titik-titik krusial lainnya, guna mencegah potensi banjir susulan.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur pengendali banjir, terutama di kawasan rawan seperti Jakarta Selatan.

"Kami berharap proses perbaikan tanggul ini berjalan maksimal agar risiko banjir dapat diminimalisir dan keamanan warga tetap terjaga. Pemerintah akan terus berkoordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan di lapangan," imbuh Hendri.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore