Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 00.07 WIB

Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pengamat Pendidikan Minta Audit dan Kasus Diusut Tuntas

Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).  (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Personel TNI dan Polri berjaga di depan gerbang SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11) siang, membuat belasan siswa terkapar.

Kejadian mengenaskan ini menjadi keprihatinan mendalam bagi banyak pihak. Salah satunya datang dari Pengamat Pendidikan dan Perlindungan Anak Prof. Susanto.

Susanto menyayangkan bahwa lembaga pendidikan yang seharusnya steril dari kekerasan justru mengalami situasi mengerikan dan mencekam.

Di mana terjadi ledakan cukup keras pada saat para siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat.

"Turut prihatin dengan sangat, mengingat sekolah yang seharusnya aman dan nyaman untuk anak dalam belajar, namun ternyata ada kejadian dugaan ledakan sebagaimana yang beredar," kata Susanto kepada JawaPos.com

Mantan Ketua KPAI periode 2017-2022 itu meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus terjadinya ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. 

"Saya mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas atas kejadian tersebut," tegas Susanto.

Selain itu, dia meminta para siswa dan segenap komunitas sekolah diamankan dari lokasi kejadian untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Warga sekitar juga diminta untuk diamankan untuk memastikan keselamatan mereka.

"Peristiwa ini tergolong serius yang perlu mendapat perhatian mendalam dari berbagai pihak. Tidak hanya dari sekolah, tetapi juga dari pemerintah daerah dan instansi terkait yang membidangi keselamatan lingkungan belajar," ungkap Susanto.

Lebih lanjut, kejadian ini harus menjadi perhatian dari banyak pihak untuk memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman.

Agar di masa depan para siswa tidak mengalami ketakutan ketika berada di lingkungan sekolah.

"Kejadian ini perlu menjadi pembelajaran pentingnya audit berkala terkait situasi keamanan lingkungan sekolah. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang yang harus menjamin keselamatan seluruh warganya," imbuh Susanto.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore