Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 00.18 WIB

Gubernur DKI Pramono Anung Tinjau TKP Ledakan SMAN 72 Jakarta yang Lukai 54 Orang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi ledakan di SMA 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jum'at (7/11). Pramono tiba sekira pukul 15.58 WIB bersama Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat dan Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan dan jajaran Pemprov DKI lainnya.

Dengan mengenakan pakaian kemeja putih, Gubernur Pramono masuk ke dalam area sekolah. Ia meninjau lokasi titik ledakan di dalam. Hanya berselang 10 menit, Pranono dan jajaran kembali keluar area sekolah. 

Ia pun enggan memberikan keterangan sedikitpun mengenai insiden ledakan ini.

Terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan, total 54 siswa mengalami luka ringan hingga sedang dalam ledakan SMA 72 ini. Para korban telah dievakuasi ke RS Yarsi dan RS Islam Jakarta, Cempaka Putih.

"Data yang kita terima, 54 orang luka ringan sedang, ada yg sudah pulang sementara itu dulu perkembangan lebih lanjut diinfokan lagi," kata Asep.

Terduga Pelaku Merupakan Siswa Korban Bully

Seorang saksi mata yang juga siswa SMA 72 mengatakan pelaku adalah teman satu sekolahnya, siswa kelas XII berinisial FN.

Pelaku dikenal pendiam dan sering menyendiri di lingkungan sekolah. Bahkan FN disebut kerap mengalami bullying. Pelaku juga disebut selalu mengenakan jas warna putih saat berada di sekolah.

ZA menduga bahwa FN menyimpan dendam kepada teman-temannya karena “perundungan” yang dilakukan terhadapnya.

Bahkan, FN mengaku telah menempelkan bahan peledak di tiga titik sekolah, termasuk musala dan kantin.

Ledakan pertama terjadi di musala saat salat Jumat berlangsung. Akibatnya, lebih dari 52 siswa mengalami luka. Ia mengaku mendengar suara ledakan keras hingga dua - tiga kali. Saat dicek, ditemukan sejenis bom rakitan yang diduga dibuat dengan baterai dan kaleng minuman.

"Bomnya kaya kawat besi, bukan petasan kertas, tapi kaya kaleng minuman di dalem diduga ada bahan peledak," jelas ZA. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore