
Sejumlah siswa SMA 72 yang terluka dirawat di IGD Rumah Sakit Islam Jakarta, Jumat (07/11/2025). Dikabarkan sebelumnya terjadi sebuah ledakan d SMAN 72 Kelapa Gading. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan ada 54 korban luka akibat peristiwa
JawaPos.com - Sebanyak 30 korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. Dengan rincian, 14 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan 1 orang di RS Pertamina Jaya.
Pemprov DKI menegaskan seluruh korban mendapatkan layanan medis terbaik dan pemantauan intensif dari tenaga kesehatan. Langkah ini untuk memastikan tidak ada korban yang terabaikan dalam proses pemulihan.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Iin Mutmainnah menuturkan, pihaknya menyiapkan dukungan psikologis bagi seluruh siswa dan tenaga pendidik, terutama selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) juga telah ditempatkan di lingkungan sekolah untuk memberikan layanan konseling gratis bagi siswa, guru, serta keluarga terdampak, termasuk warga sekitar.
"Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah," ujar Iin, Minggu (9/11).
Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyiapkan jadwal pendampingan klinis dan menurunkan tenaga medis bagi korban yang masih memerlukan perawatan lanjutan.
Pemprov juga berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian PPPA guna memastikan ketersediaan tenaga psikolog yang memadai.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa lokasi SMAN 72 masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian.
Melihat situasi tersebut, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring mulai Senin, 10 November 2025, hingga sekolah dinyatakan aman untuk digunakan kembali.
"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi oleh wali kelas dan psikolog dengan pembelajaran yang dikemas dengan memberikan ruang interaksi lebih dekat, seperti olahraga dan seni, agar anak-anak dapat pulih dan kembali merasa aman,/ ujar Nahdiana.
Ia menambahkan, sebelum pembelajaran dimulai, pihak sekolah juga akan mengundang orang tua siswa untuk memberikan pemahaman tentang langkah-langkah pemulihan yang dilakukan bersama pihak sekolah dan psikolog.
"Saat ini, para petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP telah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik," imbuhnya.
Ledakan di lingkungan SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Insiden terjadi ketika para siswa dan guru sedang menunaikan salat Jumat di masjid sekolah.
Ledakan pertama terdengar saat khotbah berlangsung, disusul letusan kedua dari arah luar mushola.
Peristiwa itu menyebabkan sejumlah korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan, serta menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.
Pelaku teror yang memicu ledakan tersebut diduga merupakan siswa sekolah itu sendiri berinisial FN. Selain ledakan, polisi juga menemukan senjata mainan bertuliskan nama-nama teroris dunia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
