Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 20.24 WIB

Polisi Sebut Pelaku Peledakan Bom di SMAN 72 Jakarta Ditinggal Ibunya Jadi PMI dan Berkepribadian Tertutup

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (ketiga kanan) di damping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (ketiga kiri) menunjukan barang bukti usai menyampaikan keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada konfrensi pers di - Image

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (ketiga kanan) di damping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (ketiga kiri) menunjukan barang bukti usai menyampaikan keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada konfrensi pers di

JawaPos.com-Polda Metro Jaya menyebutkan anak berkonflik dengan hukum (ABH) atau terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta tinggal bersama ayahnya di kediamannya.

"ABH tinggal bersama ayahnya (di rumah), sementara ibunya bekerja di luar negeri (menjadi pekerja migran Indonesia/PMI, Red)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Terkait dugaan adanya perundungan atau bullying di sekolah, Budi menjelaskan hal tersebut masih butuh pendalaman. "Masih pendalaman agar fakta sebenarnya bisa ditemukan karena ABH masih tahap pemulihan pascaoperasi," katanya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebutkan terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) pada kasus ledakan di SMAN 72, Jumat (7/11), dikenal sebagai pribadi tertutup.

"Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul dan dia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal yang ekstrem," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11).

Asep juga menjelaskan hasil penyelidikan sementara ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu.

"Selanjutnya, dari jajaran Puslabfor Mabes Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, telah melakukan penggeledahan di rumah ABH ini dan telah memeriksa 18 orang saksi yang terdiri dari para korban, baik para guru dan para siswa, ABH dan keluarganya," katanya.

Terduga pelaku punya dorongan tertentu sehingga melakukan peledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta, pada Jumat (7/11). "Dorongannya seperti merasa sendiri, merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga maupun lingkungannya sendiri dan di sekolah," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore