Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 20.57 WIB

Pelajar Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Tinggal Bersama Ayah, Ibu Bekerja di Luar Negeri

Barang bukti kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta diperlihatkan pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Barang bukti kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta diperlihatkan pada konfrensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya mengungkap bahwa pelajar berinisial F yang menjadi pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Jumat siang pekan lalu (7/11) hanya tinggal bersama ayahnya. Sementara ibunya sudah lama bekerja di luar negeri. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media di Jakarta pada Rabu (12/11). Meski tidak secara langsung, polisi menduga kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pelaku yang kini berstatus sebagai anak berkonflik dengan hukum tersebut.

”ABH (anak berkonflik dengan hukum) tinggal bersama ayahnya, sementara ibunya bekerja di luar negeri,” ungkap Budi Hermanto.

Merujuk keterangan pers yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya kemarin malam (11/11), ada beberapa hal yang mendorong pelaku bertindak nekat hingga meledakan sekolahnya. Diantaranya merasa tertindas, kesepian, serta memendam dendam atas perlakuan orang-orang di sekitarnya. 

Namun demikian, sampai saat ini hal itu masih terus didalami oleh polisi. Mengingat kondisi pelaku juga tengah dalam perawatan secara intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Budi Hermanto memastikan, perkembangan terkait kondisi pelaku akan disampaikan kepada publik. 

”Agar fakta sebenarnya bisa ditemukan, karena ABH masih tahap pemulihan pasca operasi,” kata dia. 

Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta menyebabkan 96 korban luka-luka. Sebagian besar diantaranya mengalami luka ringan berupa gangguan pendengaran.

Namun, tidak sedikit yang terluka berat hingga harus menjalani operasi. Termasuk diantaranya pelaku yang belakangan diketahui meledakan diri di lokasi ledakan kedua. 

”Dia sudah berniat membawa tas jinjing berwarna biru, itu berisi senjata (mainan) dan bahan peledak. Pada saat dia meledakan itu, dia sengaja meledakkan,” ungkap Budi Hermanto. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore