Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 November 2025, 13.17 WIB

Siswa SMPN 19 Jadi Korban Perundungan Hingga Meninggal Dunia, Pemkot Tangsel Janjikan Perketat Pengawasan

Ilustrasi perundungan atau bullying. (Freepik) - Image

Ilustrasi perundungan atau bullying. (Freepik)

JawaPos.com  - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH. Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan seluruh jajaran memastikan bahwa dugaan perundungan yang menyebabkan pelajar berusia 13 tahun itu kehilangan nyawa akan menjadi perhatian besar. Evaluasi menyeluruh dan pengawasan untuk mencegah perundungan dilakukan. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deni menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Pemkot Tangsel menyadari, kehilangan seorang anak adalah duka yang sangat berat bagi setiap keluarga. Karena itu, Pemkot Tangsel turut merasakan kesedihan tersebut. Menurut dia, peristiwa yang dialami oleh MH harus disikapi dengan memperkuat perlindungan terhadap para pelajar di sekolah.

”Atas nama Wali Kota Tangerang Selatan dan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Tangsel), kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kehilangan seorang anak adalah duka yang tidak dapat diukur.” kata Deden Deni dikutip Senin (17/11).

Deden Deni menegaskan bahwa Pemkot Tangsel bakal melakukan evaluasi secara menyeluruh. Tujuannya tidak lain untuk memastikan agar tidak ada lagi kasus perundungan dalam proses belajar mengajar di sekolah, khususnya di wilayah Tangsel. Menurut dia, evaluasi menyeluruh itu akan dilakukan terhadap semua sekolah di Tangsel. 

Evaluasi tersebut mencakup peningkatan pengawasan terhadap interaksi siswa, mekanisme pelaporan kasus perundungan, serta penguatan kepekaan para pendidik terhadap kondisi emosional dan perubahan perilaku siswa. Pemkot Tangsel menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman, nyaman, dan penuh kepedulian bagi setiap anak.

”Pak Wali Kota menugaskan kami untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh satuan pendidikan. Setiap sekolah harus memperkuat pengawasan dan lebih peka terhadap dinamika sosial siswa. Sekecil apa pun indikasi perundungan harus ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.

Menurut Deden Deni, hal itu adalah bentuk tanggung jawab dan langkah konkret untuk memastikan kejadian serupa yang dialami oleh MH tidak terulang. Tidak hanya evaluasi internal, Pemkot Tangsel berkomitmen memperkuat program pendidikan karakter, pendampingan psikososial, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka antara sekolah, orang tua, dan siswa. 

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk membangun lingkungan pendidikan yang humanis, aman, dan sehat bagi seluruh peserta didik. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, penuh kasih, dan saling menjaga. Pemkot Tangsel memastikan, perlindungan terhadap anak-anak menjadi prioritas bersama. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore