Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 November 2025, 01.16 WIB

Pramono Ungkap Siswa SMAN 72 Trauma Usai Ledakan, Sebagian Minta Pindah Sekolah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menyisakan dampak panjang bagi para siswa. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menerima laporan langsung dari pihak sekolah mengenai kondisi psikis para siswa. 

Menurut dia, sejumlah siswa bahkan meminta pindah dari SMAN 72 karena masih takut kembali ke lingkungan sekolah.

"Memang yang saya kaget, Bu Kepala Sekolah juga menyampaikan ada beberapa siswa yang trauma. Karena trauma, minta pindah sekolah. Ya, tetapi kan ini menjadi persoalan tersendiri," ujar Pramono, Jumat (16/11).

Pramono menegaskan, proses pembelajaran boleh kembali normal bila situasi memungkinkan. Namun ia menekankan agar sekolah tidak memaksa para siswa yang belum siap.

"Prinsipnya, saya sampaikan kepada Ibu Kepala Sekolah, kalau memang Senin besok sudah siap silakan dibuka, tapi kalau belum siap jangan dipaksakan," ungkapnya.

PJJ Masih Berlanjut

Kepala SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, memastikan aktivitas belajar pada Senin (17/11) masih dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pihak sekolah, kata dia, harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan orang tua sebelum kembali membuka KBM tatap muka.

"Hari Senin itu yang pasti masih PJJ. Kami harus pastikan dengan orang tuanya apakah sudah boleh hybrid ya," kata Tetty di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu (15/11).

Tetty tak menampik, banyak siswa yang sebenarnya ingin cepat kembali ke sekolah. Namun di sisi lain, masih ada siswa yang trauma hingga enggan kembali ke ruang kelas. Kondisi itu diperparah dengan masih adanya korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami kan belum bisa memastikan mereka harus seluruhnya belajarnya luring ya, karena kalau mereka belum itu (baik) semuanya, masih ada sebagian yang kondisinya, traumanya masih ada," ucapnya.

Tetty menambahkan, berbagai pihak kini tengah memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa. Meski begitu, ia mengaku belum bisa menyampaikan hasil pendampingan tersebut secara detail karena prosesnya masih berlangsung.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore