Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 November 2025, 02.38 WIB

Indeks Kota Global Jakarta Meningkat, Kerugian Demo Anarkis capai Rp 98 Miliar

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di sekitar jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota, Jakarta, Kamis (24/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di sekitar jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota, Jakarta, Kamis (24/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menuturkan, Jakarta tengah memasuki fase baru sebagai kota global. Hal itu disampaikannya pasca meningkatnya index Kota Global Jakarta tahun ini.  Dari peringkat 74 menjadi 71 Kota Global.

"Salah satu hasil analisa kenapa indeks kita begitu cepat, bahwa transparansi APBD kami sampaikan ke masyarakat, terbuka semua," ujar Rano saat menghadiri Seminar Internasional Fraud Awareness Week 2025 di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (17/11).

Dalam kesempatan itu, Rano juga menyebutkan, sebagai daerah yang Dana Bagi Hasil (DBH) dipotong cukup besar, lebih dari Rp 14 triliun, Pemprov DKI tidak melakukan aksi protes. Bahkan, Pemprov DKI tidak ada melakukan pemangkasan anggaran yang berdampak langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Utamanya, penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). 

"Itu tidak akan kami ganggu-ganggu. Karena kami sangat tahu sumber daya manusia melalui pendidikan, itu prioritas yang pertama," terangnya.

Namun dibalik capaian itu, tahun ini, Jakarta juga menanggung kerugian yang cukup besar akibat aksi anarkis demonstrasi yang berujung perusakan fasilitas publik. “Kami kehilangan halte bus, banyak fasilitas umum. Total yang harus kami lakukan renovasi, mengeluarkan biaya hampir Rp 98 miliar,” jelas lelaki yang dikenal lewat perannya sebagai Bang Doel tersebut.

Rano menyebutkan, Pemprov DKI tidak melarang anak muda untuk melakukan aksi demo. Namun, dia menyayangkan aksi yang berujung pada kerusakan fasilitas umum tersebut.

"Jangan rusak apa yang dengan susah payah kita bangun. Karena itu bukan hanya soal (kerugian) biaya, tetapi juga waktu. Saudara kita yang disabilitas tidak bisa lagi menggunakan tangga untuk naik menuju Bus TJ," imbuhnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore