
Banjir di Perumahan PBI RW 22, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, kemarin (18/11). (BPBD Kota Tangsel)
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (18/11) sejak pukul 11.20 WIB mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir dan genangan air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyampaikan, hingga pukul 15.45 WIB, tercatat ada ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel Essa Nugraha mengatakan, genangan terjadi hampir merata di berbagai kecamatan. Tinggi Muka Air (TMA) sangat bervariasi, mulai dari 5 hingga 90 sentimeter. "Titik genangan ada 18 dengan total warga terdampak lebih dari 900 KK," kata Essa, kemarin.
Wilayah paling terdampak mencakup Perumahan PBI RW 22 Kelurahan Jombang dengan TMA 15-90 sentimeter yang berdampak pada 200 KK, serta Jalan Kemuning Maharta Pondok Kacang Timur dengan ketinggian 30-60 sentimeter dan membuat 190 KK terdampak.
Kondisi serupa terjadi di Perum Lembah Pinus Pamulang Barat (120 KK), MA Pamulang Estate (100 KK), Griya Serpong Kademangan (40 KK), serta sejumlah perumahan di Pondok Pucung dan Pamulang Timur.
Meski demikian, beberapa wilayah mulai menunjukkan penurunan debit air. Genangan di Perum Batan Indah Kademangan, Perum BPI RW 13 Pamulang Timur, Perum Pondok Pucung Indah 1 dan 2, Jalan Raya Leguti Lengkong Gudang Timur, serta Jalan Raya Siliwangi depan RS Permata Pamulang dilaporkan telah berangsur surut.
Namun sejumlah titik yang merupakan jalur utama masih belum pulih sepenuhnya, seperti Jalan Raya Ceger Taman Mangu dan Jalan Kemuning 3 yang masih sulit dilalui warga.
"Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di dua lokasi bersamaan," tutur Essa.
Longsor di Blok D Perumahan Amarapura Kademangan merusak tembok belakang rumah warga sepanjang sekitar 30 meter. Sementara di Jalan Angsana 2 Pamulang Timur, longsoran mengakibatkan kerusakan pada tembok tanggul empat rumah, sehingga memerlukan penanganan struktural untuk mencegah longsor susulan.
