Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 19.29 WIB

Siswa Mulai Sekolah Normal di SMAN 72 Pasca Ledakan, Tapi Pengamanan Masih Super Ketat

Kondisi terkini SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang telah memulai kegiatan belajar secara normal pada Kamis (20/11). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Kondisi terkini SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang telah memulai kegiatan belajar secara normal pada Kamis (20/11). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara telah berjalan normal pada Kamis (20/11). Meski begitu, penjagaan di area sekolah pun masih ketat. 

Di depan pintu sekolah pun masih dijaga oleh seorang petugas TNI AL. Mereka yang hendak masuk harus meminta izin ke petugas sebelum masuk ke area sekolah. 

"Senin masih hybrid, Selasa sudah masuk full," ujar salah seorang petugas keamanan.

Meski KBM telah berjalan normal, diinformasikan masih terdapat psikolog yang ditugaskan untuk menghilangkan trauma siswa.

"Psikolog masih tetap ada," katanya. 

Pengetatan keamanan sudah dilakukan sejak memasuki kompleks TNI AL Kelapa Gading. Pengendara motor di periksa kelengkapan berkas kendaraan mereka.

Detik-Detik Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Masuk Sekolah Terekam Jelas di CCTV

Diketahui, sebuah ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11). Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap kronologi lengkap dari rekaman CCTV yang menangkap pergerakan pelaku ledakan yang juga merupakan siswa berinisial F.

Dalam rekaman CCTV terlihat F memasuki sekolah sejak pagi, membawa dua tas, sebelum akhirnya terjadi ledakan yang melukai puluhan orang.

F tiba di gerbang sekolah pukul 06.28 WIB. Ia mengenakan seragam sekolah seperti siswa lainnya. Namun terlihat jelas ia membawa dua tas yakni tas punggung dan tas jinjing biru yang kemudian ditemukan aparat di lokasi ledakan di Komplek Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tidak ada yang mencurigakan saat F melintas. Situasi berubah menjelang siang. Pada pukul 11.43 WIB, F masuk ke area masjid sekolah dengan mengenakan dua celana: celana putih dan celana hitam. 

Satu menit kemudian, gerak-gerik mencurigakan mulai terekam. F tampak mengamati keadaan sekitar pada pukul 11.44 WIB sebelum masuk ke masjid melalui pintu depan.

Rekaman berikutnya, pukul 12.02 WIB, menunjukkan F telah berganti pakaian. Ia terlihat memakai baju berwarna, celana hitam, sepatu hitam, dan membawa senjata mainan saat berjalan masuk ke masjid.

Tak lama kemudian, CCTV menangkap cahaya merah yang disusul suara ledakan dari area dalam masjid. Asap tebal langsung muncul dari titik ledakan. Dalam rekaman yang sama, F terlihat berlari keluar dari masjid bersamaan dengan siswa lain yang panik dan berhamburan keluar.

Ledakan itu mengakibatkan 96 siswa dan warga sekolah luka-luka. Sejumlah korban harus menjalani operasi, termasuk F sendiri sebagai pelaku.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore