Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 20.23 WIB

Cari Kerangka Rahang Bocah Alvaro Kiano, Penyidik Polres Metro Jaksel Sisir Jembatan Cilalay

Postingan anak hilang yang berusia 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho. (Instagram Polsek Pesanggrahan/Antara/HO) - Image

Postingan anak hilang yang berusia 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho. (Instagram Polsek Pesanggrahan/Antara/HO)

JawaPos.com - Polres Metro Jaksel mengerahkan tim penyidik ke Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (26/11). Tujuannya untuk mencari bagian kerangka bocah berusia 6 tahun, Alvaro Kiano Nugroho, yang diduga masih berada di lokasi tersebut. Pada Maret lalu, ayah tiri Alvaro bernama Alex Iskandar membuang jasad korban di lokasi itu. 

Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyampaikan bahwa langkah lanjutan tersebut dilakukan karena penyidik menemukan sebagian kerangka korban di aliran Sungai Cilalay. Bagian kerangka Alvaro yang kini masih dalam pencarian adalah rahang. Nicolas memastikan, pihaknya berusaha keras mencari dan menemukan bagian kerangka tersebut.

”(Kami) mencari rahang diduga milik korban,” kata Nicolas saat dikonfirmasi oleh awak media. 

Pencarian tersebut berlangsung mulai pukul 11.00 WIB dengan melibatkan anjing pelacak. Area pencarian juga diperluas agar posibilitas ditemukannya bagian kerangka tersebut. Berdasar keterangan Alex sebelum mengakhiri hidupnya di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel, tersangka kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Alvaro tersebut membuang jasad korban persis di bawah jembatan itu.

Sebelum membuang jasad Alvaro, Alex membungkus jenazah bocah malang itu menggunakan plastik. Kepada orang lain, dia mengaku bahwa jasad dalam bungkusan itu adalah bangkai anjing. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ardian Satrio Utomo, Alvaro sudah dibunuh oleh Alex sejak 6 Maret 2025.Ardian menyampaikan bahwa sebelum dibuang ke Tenjo, jasad Alvaro sempat disimpan di belakang garasi rumah selama 3 hari. Selama 3 hari di lokasi tersebut, jenazah itu tertutup mobil berwarna silver yang terparkir di garasi rumah. 

”Itu diakui oleh tersangka (Alex),” ungkap AKBP Ardian kepada awak media di Jakarta. Setelah itu, pada Minggu (9/3), Alex membungkus jasad Alvaro menggunakan kantong kresek berwarna hitam.

Dia kemudian meminta bantuan seorang temannya yang berinisial G untuk membuang kantong kresek berisi jenazah Alvaro ke Tenjo. Namun, Alex tidak menyampaikan kepada G bahwa isu dalam kantong kresek itu adalah jenazah Alvaro. Alex hanya menyebut bahwa dia akan membuang bangkai anjing. 

”Untuk isi (kantong kresek warna hitam, G) menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan tersangka bahwa isinya bangkai anjing, mohon maaf bangkai anjing. Tapi, dia nggak cek lagi,” jelas Ardian. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan bahwa lokasi pembuangan jenazah Alvaro adalah TPS Tenjo. Di lokasi tersebut, Alex sengaja membuang jenazah Alvaro persis di bawah jembatan. Posisi tersebut dipilih dengan maksud untuk memastikan jenazah Alvaro sulit ditemukan oleh siapa pun.

”Pelaku membungkus jenazah dengan tas plastik berwarna hitam dan membuang di wilayah Tenjo, di Jembatan Cilalay pada 9 Maret 2025 pada malam hari,” ungkap dia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore