Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 November 2025, 16.42 WIB

Akhir Drama Tumbler Tuku Tertinggal dan Hilang di KRL: Pegawai KAI Batal Dipecat, Argi-Anita Berdamai

Petugas front liner KAI Argi Budiansyah dan pasangan suami istri Anita dan Alvin sepakat berdamai terkait kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL Commuter Line, Kamis (27/11). (Istimewa) - Image

Petugas front liner KAI Argi Budiansyah dan pasangan suami istri Anita dan Alvin sepakat berdamai terkait kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL Commuter Line, Kamis (27/11). (Istimewa)

JawaPos.com – Drama viral tumbler Tuku tertinggal dan hilang di KRL Tanah Abang-Rangkasbitung akhirnya mencapai titik terang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan petugas layanan penumpang Stasiun Rangkasbitung, Argi, tidak dipecat dan akan tetap bertugas.

Kedua belah pihak yang terlibat dalam insiden ini, yakni Argi dan Anita, telah sepakat berdamai secara kekeluargaan.

Mediasi antara Petugas Passenger Service dan penumpang pemilik tumbler Tuku yang tertinggal di kereta berlangsung di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta, Kamis (27/11) malam.

Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bersama dan diharapkan dapat mengakhiri simpang siur informasi di media sosial.

Pegawai KAI Tetap Bertugas, Perusahaan Beri Dukungan Penuh

Isu mengenai pemecatan petugas yang sempat viral ditepis oleh KAI. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk melindungi setiap karyawannya.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas layanan sekaligus memberikan dukungan penuh kepada seluruh Insan KAI.

"Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujar Bobby, Kamis (27/11).

Hal senada disampaikan oleh Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba. Ia menegaskan penyelesaian secara kekeluargaan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI.

"KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang sebelumnya beredar," jelas Anne.

Evaluasi Prosedur Lost and Found KAI

Insiden hilangnya tumbler Tuku menjadi momentum bagi KAI Group untuk berbenah. Anne Purba menambahkan bahwa KAI Commuter dan KAI Wisata akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur pengelolaan barang tertinggal atau lost and found.

"Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya," terang Anne.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memastikan barang bawaan berada dalam pengawasan, baik di stasiun maupun selama di dalam layanan KRL dan layanan KAI Group lainnya.

Kronologi Lengkap Tumbler Tuku Hilang di KRL

Kasus ini berawal dari unggahan penumpang bernama Anita di Threads. Ia mengeluhkan tumbler Tuku berwarna biru yang ada di dalam cooler bag hilang setelah tertinggal di KRL dan diambil kembali.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore