Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Desember 2025, 04.16 WIB

Atap Rumah di Jagakarsa Terbang Akibat Angin Kencang, Ibu dan Kakak Pemilik Rumah Tertimpa Reruntuhan

Petugas PPSU melakukan pembersihan puing akibat insiden bangunan dua lantai milik warga di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, roboh, Sabtu (29/11). (Istimewa) - Image

Petugas PPSU melakukan pembersihan puing akibat insiden bangunan dua lantai milik warga di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, roboh, Sabtu (29/11). (Istimewa)

JawaPos.com – Detik-detik mencekam dialami Sinta, 37, pemilik rumah di Jalan Kranji, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Atap rumah dua lantainya tiba-tiba terlepas dan terbang saat diterpa angin kencang disertai hujan deras pada Sabtu (29/11).

Insiden atap rumah Jagakarsa terbang ini tak hanya menimbulkan kerugian material, tapi juga membuat anggota keluarga terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian nahas tersebut.

Sinta menceritakan momen mengerikan saat angin kencang menerjang rumahnya. Kala itu, orang tua dan kakaknya sedang berada di rumah.

"Abang saya sama ibu saya lagi di dalam rumah, lagi ngobrol di ruang tamu. Pertama asbesnya jatoh dari atas, jatoh deket ruang tamu, nah gak lama ngegubrak," ujar Sinta, Minggu (30/11).

Saat atap jatuh, Sinta menyebut ibu dan kakaknya sempat tertimpa reruntuhan. Meski demikian, luka yang dialami tergolong ringan.

"Ya cuma luka ringan aja, enggak parah lukanya," ucap dia.

Saat ini, rumah Sinta masih dalam proses perbaikan. Pihak Kelurahan dan keluarga sudah memonitoring kondisi tersebut.

"Yang ngurusin ada kakak ipar saya di sana," jelas Sinta.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, atap bangunan dua lantai milik warga di Ciganjur ini mengalami kerusakan parah. Kejadian ini dipicu oleh hujan ekstrem dan tiupan angin kencang Jakarta Selatan sekitar pukul 14.50 WIB.

Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, mengonfirmasi dampak dari kejadian ini.

"Satu kepala keluarga (KK) dengan total delapan jiwa terdampak akibat kejadian ini, mereka terdiri dari lima laki-laki dan tiga perempuan," ujar Yohan, Minggu (30/11).

Petugas gabungan langsung bergerak cepat usai laporan diterima. Proses penanganan dan asesmen di lokasi di Jalan Kranji, Ciganjur, dimulai pukul 15.05 WIB dan berakhir pukul 17.45 WIB. Petugas memastikan tidak ada risiko lanjutan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore