
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) bersama Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati (Kiri) di Balai Kota Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com – Puncak musim hujan di Jakarta diprediksi berlangsung minggu kedua bulan ini hingga awal Januari 2026. Informasi itu diterima langsung Pemprov DKI dari BMKG. Oleh karena itu, Gubernur DKI Pramono Anung mengingatkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan.
''Cuaca ekstrem akan terjadi diprediksi minggu kedua ini sampai awal Januari. Bahkan, ada hari yang kemudian curah hujannya mendekati 300 (mm). Padahal curah hujan 200 (mm) saja, Jakarta itu pasti sudah banjir,'' terang Pramono dalam kegiatan Townhall Meeting bersama Camat dan Lurah serta Forkopimcam dalam rangka program Jaga Jakarta dan #AyoLaporCamat di Balai Kota, Rabu (3/12).
Oleh karena itu, dia mengingatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI untuk memastikan semua pompa yang ada berfungsi dengan baik.
Selain potensi curah hujan tinggi dan hujan lokal, Pramono juga mengingatkan adanya kemungkinan kenaikan air rob pada Desember ini. Kombinasi ketiganya dapat memicu kondisi banjir yang lebih kompleks.
“Kalau curah hujannya tinggi, hujan lokalnya tinggi, dan rob naik, tiga-tiganya akan menahan air untuk turun,” katanya.
Sebagai antisipasi, Pramono telah memerintahkan jajarannya di wilayah untuk bekerja dengan cepat. Mulai dari wali kota, camat, hingga lurah. Setiap ada potensi genangan maupun banjir, dia memerintahkan untuk cepat berkoordinasi dengan Dinas SDA DKI. Sebab, para pamong di wilayah itu merupakan perpanjangan gubernur di lapangan.
“Nggak mungkin gubernur tau persoalan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Saudara adalah wajah Jakarta. Baik buruknya Jakarta banyak bergantung pada saudara,'' ujarnya kepada lurah dan camat yang hadir di sana.
Selain itu, sebagai antisipasi, Pram juga sudah memerintahkan BPBD DKI untuk bersiaga melakukan modifikasi cuaca bila ada potensi cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, seluruh jajaran telah diminta meningkatkan kewaspadaan. Personel siaga disebar di berbagai titik untuk memastikan penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat.
“BPBD DKI bersama perangkat daerah terkait telah menyiapkan langkah antisipatif. Personel kami siaga di lapangan dengan peralatan evakuasi dan sarana pendukung lainnya. Jakarta memiliki sekitar 30 ribu RT yang harus dilindungi, sehingga mitigasi dan kesiapsiagaan harus dilakukan menyeluruh,” ujar Isnawa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
