JawaPos.com - Layanan skrining TBC diberikan secara gratis untuk masyarakat di wilayah Jakarta Timur. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengerahkan fasilitas rontgen mobile di Puskesmas Kecamatan, hari ini, Senin (8/12).
Program ini digelar untuk deteksi dini TBC lebih cepat. Sehingga, upaya pencegahan maupun tindakan medis yang diperlukan bisa dilaksanakan lebih efektif.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin; Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy; dan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza.
Munjirin menyambut baik inisiatif Transjakarta dalam menjaga kesehatan warga. Terlebih, penderita TBC di Jakarta Timur jumlahnya cukup banyak sekitar 13.000 kasus, khusus di Kelurahan Makasar sekitar 420 orang diduga memiliki penyakit tersebut.
"Saat ini baru ketemu sekira 320 orang, artinya baru ketemu 75 persen. Kendalanya adalah kejujuran dari masyarakat, umpamanya dia batuk atau sakit, dia tidak mengaku atau memeriksa ke dokter akan menular ke orang lain. Ini adalah tugas kita untuk mencari,” kata Munjirin.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza mrnambahkan, perusahaan yang dipimpinnya memiliki komitmen untuk menjaga kesehatan warga. Perusahaan tidak hanya terfokus pada bisnis transportasi umum.
“Transjakarta tidak hanya fokus pada mobilitas warga, tetapi juga pada kesejahteraan kesehatan masyarakat di lingkungan operasional kami. Bantuan fasilitas pembiayaan untuk rontgen mobile ini adalah ikhtiar nyata kami untuk memastikan deteksi dini TBC dapat diakses secara cepat, mudah, dan akurat oleh warga Makasar,” ujar Welfizon.
Dia menyakini bahwa deteksi dini TBC bisa menekan angka penularan. Sehingga, masyarakat bisa hidup lebih sehat, tanpa mengidap penyakit berbahaya.
“Kami percaya bahwa deteksi dini adalah kunci penting untuk memutus rantai penularan TBC dan menyelamatkan lebih banyak kehidupan. Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya percepatan eliminasi TBC di Jakarta Timur," imbuhnya.
Welfizon merinci, program skrining yang menggunakan satu unit mobil pemeriksaan ini menargetkan total 700 pasien di tiga lokasi yang bekerja sama, yakni Puskesmas Kecamatan Makasar, Klinik Taradita, dan RS Harum.
"Setelah skrining awal 700 warga, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelayanan medis lanjutan. Puskesmas Makasar menargetkan lebih dari 500 pasien yang terindikasi membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan tindak lanjut medis yang sesuai,” tutup Welfizon.