Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2025, 03.25 WIB

Usai Matel Tewas Dikeroyok OTK, Sejumlah Warung di Kalibata Dibakar 

Sejumlah warung di Kalibata, Jakarta Selatan dibakar usai insiden tewasnya mata elang (matel). (Istimewa)

JawaPos.com - Pengeroyokan 2 orang mate elang (matel) oleh orang tidak dikenal di Jalan Kalibata Raya, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel) sore tadi (11/12) berbuntut panjang. Sejumlah warung di sekitar lokasi kejadian dibakar oleh sekelompok orang sekitar pukul 18.30 WIB. 

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menyampaikan bahwa pihaknya belum tahu pasti jumlah warung yang terbakar. Sebab, warung-warung itu sudah tutup. Namun, jika melihat titik api, total ada 6 titik api yang seluruhnya kini sudah berhasil dipadamkan oleh petugas. 

”Kalau warung tadi susah untuk ngitungnya, sebagian sudah tutup, karena kalau lihat dari titik api kurang lebih ada 6 titik api. Namun bisa kami padamkan, kebetulan pemilik masih ada di sekitar,” kata dia kepada awak media. 

Polisi belum tahu pasti penyebab massa membakar warung-warung tersebut. Pendalam masih dilakukan untuk mencari tahu informasi yang valid. Hanya saja, Mansur tidak menampik adanya upaya penyerangan balik setelah pengeroyokan di sekitar Kalibatan terjadi sore tadi. 

”Karena ada korban dari teman-teman DC (matel) itu yang meninggal 1, 1 luka-luka dirawat di rumah sakit. Mungkin ada rasa tidak terima. Imbasnya ke lingkungan sini yang tidak tahu-menahu,” jelas Mansur.

Sebelumnya, dia menyampaikan bahwa insiden pengeroyokan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, 2 orang matel tengah bertugas di Kalibata. Mereka kemudian menghentikan salah seorang pengendara sepeda motor dan menanyai ihwal sepeda motor itu. 

”Salah satu pengguna sepeda motor tiba-tiba diberhentikan oleh teman-teman (matel) itu,” ungkap dia. 

Tidak lama setelah itu, muncul pengguna jalan lain turun dari mobil. Tanpa basa-basi, mereka langsung menyerang kedua matel tersebut. Situasi pun langsung berubah panas hingga terjadi pengeroyokan. Salah seorang matel tewas bersimbah darah, sementara satu lainnya selamat namun mengalami luka-luka.

Keterangan itu diperoleh Mansur setelah anak buahnya menanyai saksi mata di lokasi kejadian. Dia menyatakan bahwa pengeroyokan itu berlangsung sporadis hingga kedua matel tidak berdaya. Berdasar rekaman video yang beredar, korban sampai terkapar di pinggir jalan. 

”Itu menurut keterangan saksi, (pengguna sepeda motor) baru diberhentikan. Terus, dari pengguna jalan yang lain keluar dari mobil, mereka langsung mengeroyok dengan sporadis. Sementara yang satu meninggal, yang satu masih hidup,” jelasnya. 

Usai melakukan pengeroyokan, orang-orang tidak dikenal itu melarikan diri. Mansur menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif dan meminta masyarakat yang mengetahui identitas pelaku segera melapor. Informasi itu penting untuk memastikan kasus ditangani sampai tuntas.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore