Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Desember 2025, 00.23 WIB

Resmi! Malam Pergantian Tahun di Jakarta Dilarang Pakai Kembang Api, Kurangi Titik Keramaian

Gubernur DKI JAkarta Pramono Anung menjelaskan pelarangan penggunaan kembang api saat perayaan malam tahun baru di Jakarta, Senin (22/12/2025). (Masria Pane/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI JAkarta Pramono Anung menjelaskan pelarangan penggunaan kembang api saat perayaan malam tahun baru di Jakarta, Senin (22/12/2025). (Masria Pane/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang berbeda tahun ini. Yakni, tanpa kembang api di titik keramaian yang dikelola pemerintah maupun swasta. 

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung saat konfrensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22/12).

''Tadi dalam rapat saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api. Dan kami akan mengeluarkan surat edaran untuk itu,'' terang Pramono.

Memang, sebagai payung hukum kebijakan itu, Pemprov melalui Sekretaris Daerah (Sekda) akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang melarang penggunaan kembang api di hotel hingga pusat perbelanjaan.

Tidak hanya itu, Pramono juga memutuskan untuk mengurangi titik keramaian. Bila sebelumnya ada 14 titik untuk memecah keramaian, kini dikurangi menjadi delapan titik saja.

''Salah satu yang dikurangi itu adalah Monas,'' ujarnya. Jadi, yang sebelumnya bisa dinikmati masyarakat dengan penggung hiburannya, nanti hanya akan bisa melihat video mapping saja dalam perayaan pergantian tahun.

''Di Monas kami tetap mengadakan video mapping yang tentunya tentang (bencana) Sumatera. Tetapi, tidak sama sekali menghadirkan kerumunan untuk itu,'' tegasnya.

Keputusan itu diambil Pramono sebagai bentuk empati dan solidaritas atas rentetan bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera dan Jawa.

Meski demikian, Pramono menyadari pihaknya tidak bisa mengatur penggunaan kembang api yang bersifat personal oleh masyarakat. Namun, dia tetap mengimbau warga untuk menahan diri.

''Saya tidak akan mengadakan razia, karena kita menyambut tahun baru jangan sampai membuat orang tidak bahagia. Tapi saya betul-betul mengimbau, karena peristiwa di Sumatera dan daerah lain perlu keprihatinan kita. Dan mudah-mudahan ini tidak mengurangi esensi kita dalam menyambut tahun baru,'' katanya.

Sebagai pengganti kembang api, Pemprov DKI Jakarta akan menyuguhkan atraksi video mapping menggunakan drone di Bundaran Hotel Indonesia. Konten yang ditampilkan pun khusus, yakni visualisasi dukungan dan perhatian untuk Sumatera.

''Titik utamanya nanti di Bundaran HI. Saya, pak wagub (Rano Karno) dan pak sekda (Uus Kuswanto) sepakat di satu titik, di Bundaran HI,'' jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada Sumatera maupun daerah lain yang terdampak bencana, selain video mapping Pramono juga meminta salah satu artis dalam pergantian malam tahun baru itu memberikan semangat. Yakni, D'Masiv dengan membawakan lagu ''Jangan Menyerah''.

''Memesan lagu ini tidak gampang. Jangan menyerah maka itulah yang kami pilih untuk pergantian,'' tambahnya. Selain itu, akan ada doa bersama lintas agama di semua titik keramaian.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore