Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Desember 2025, 18.36 WIB

Tok! APBD DKI Jakarta 2026 Resmi Disahkan Rp 81,32 Triliun, Ini Fokus Utama Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan besaran UMP DKI Jakarta 2026 di Balai Kota, Rabu (24/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan besaran UMP DKI Jakarta 2026 di Balai Kota, Rabu (24/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengundangkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 mengenai APBD Tahun Anggaran 2026. Meski mengalami penurunan nilai total dibandingkan tahun sebelumnya, anggaran jumbo sebesar Rp 81,32 triliun ini siap dikucurkan mulai awal tahun untuk mengakselerasi berbagai program strategis.

Penetapan payung hukum yang dilakukan pada 23 Desember 2025 ini juga dibarengi dengan Pergub Nomor 44 Tahun 2025.

Jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun, angka APBD 2026 ini tercatat turun sekitar Rp 10,54 triliun. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya alokasi Dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.

Sektor yang paling terdampak adalah Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang menyusut hingga Rp14,79 triliun. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan prioritas pembangunan tidak akan terganggu.

"APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta," ujar Gubernur Pramono di Jakarta, Sabtu (27/12).

Fokus Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi menjelaskan, porsi belanja untuk infrastruktur pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Pemprov mengalokasikan 43,06 persen dari total belanja daerah untuk sektor ini.

"Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40 persen", ujar Michael.

Selain infrastruktur fisik senilai Rp 3,77 triliun, investasi besar juga ditanamkan pada modal manusia dengan anggaran mencapai Rp 17,58 triliun. Hal ini mencakup transformasi tata kelola pemerintahan hingga penciptaan kawasan berorientasi transit (TOD) sebesar Rp 7,82 triliun.


Bedah Anggaran: Banjir, Sampah, hingga Subsidi Transportasi

Masalah klasik Jakarta seperti banjir dan sampah mendapat porsi khusus dalam anggaran pekerjaan umum:

- Pengendalian Banjir: Rp 3,64 triliun.

- Pengelolaan Sampah: Rp 1,38 triliun.

- Pembangunan Jembatan & Flyover: Rp 289,72 miliar.

Tak hanya itu, demi menekan kemacetan, subsidi transportasi umum tetap digelontorkan dalam jumlah besar. Transjakarta menerima subsidi Rp 3,75 triliun, disusul MRT Jakarta Rp 536,70 miliar, dan LRT Jakarta Rp 325,28 miliar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore