Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Desember 2025, 03.23 WIB

Tiket Planetarium Jakarta Diduga Ludes Disikat Calo, Gubernur Pramono Anung Peringatkan Jakpro

Pengunjung menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pengunjung menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Antusiasme warga menyambut dibukanya kembali Planetarium Jakarta justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baru hitungan hari beroperasi, dugaan praktik percaloan tiket mulai marak di media sosial, menjual tiket dengan harga yang melambung tinggi.

Fenomena ini mencuat setelah akun Threads @__cannotwaste mengklaim memiliki tiket masuk Planetarium dan menjualnya seharga Rp 30.000 per lembar. Padahal, harga resmi yang ditetapkan pengelola hanya Rp 10.000.

"WTS (want to sell) Planetarium Jakarta, ada 6 ya, show 2 dan 3, harga 30/tiket," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Pramono Anung: Dirut Jakpro Harus Tanggung Jawab

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan menoleransi adanya praktik calo yang merugikan masyarakat. Terutama saat momen liburan seperti sekarang.

"Saya sudah pesan wanti-wanti enggak boleh ada calo," ujar Pramono saat ditemui di Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/12).

Pramono secara khusus meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk segera melakukan penindakan tegas.

"Kalau ada calo, yang saya minta tanggung jawab Dirut Jakpro," tegasnya.

Penyebab Tiket Cepat Habis: Kuota Online Mendominasi

Sejak dibuka kembali pada 25 Desember lalu, Planetarium Jakarta memang menjadi magnet bagi warga. Sayangnya, banyak pengunjung yang datang jauh-jauh harus gigit jari karena kehabisan tiket.

Sebelumnya, skema penjualan tiket menerapkan komposisi 75 persen secara daring (online) dan 25 persen di lokasi (on the spot).

Hal inilah yang membuat kuota seringkali habis dalam waktu singkat di tangan pemesan digital.

"Kebetulan kemarin saya ke Planetarium dan memang keluhannya baru dibuka itu sampai dengan tanggal 31 (Desember) sudah full booked. Padahal banyak sekali warga yang kemudian ingin menggunakan untuk liburan," ungkap Pramono.

Aturan Baru: Kuota Tiket Go Show Ditambah Jadi 50 Persen

Demi memutus rantai percaloan sekaligus memberikan rasa adil bagi pengunjung yang datang langsung, Pemprov DKI Jakarta resmi mengubah kebijakan penjualan tiket.

Pramono memutuskan untuk membagi kuota tiket secara rata antara jalur digital dan pembelian langsung di loket.

"Saya sudah memutuskan, yang 50 persen itu melalui online, 50 persen secara langsung ticketing di lokasi. Karena kasihan banyak yang sudah datang dari mana-mana, terutama dari daerah," imbuhnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore