Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Desember 2025, 17.07 WIB

Antisipasi Tiket Ludes, Pramono Putuskan Bagi Seimbang Kuota Tiket Planetarium

Pengunjung menyaksikan pertunjukkan simulasi langit di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (25/12/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Antusiasme masyarakat berkunjung ke Planetarium Jakarta di Kawasan Taman Ismail Marzuki sangat tinggi. Setelah 13 tahun tutup, tampaknya banyak masyarakat yang ingin melihat dan belajar tentang luar angkasa di sana. Terlebih saat ini libur akhir tahun, banyak orang tua yang datang membawa anak-anaknya ke sana.

Lantaran banyaknya yang berkunjung, beberapa warga kesulitan mendapatkan tiket Planetarium Jakarta tersebut. Keluhan terkait tiket itu juga sudah diterima langsung Gubernur DKI Pramono Anung.

''Saya sudah ketemu dengan pengurus Planetarium. Memang, keluhannya baru dibuka (tiket daring, Red), sudah full booked, padahal banyak sekali yang ingin menggunakan untuk liburan,'' terang Pramono.

Sebagai solusi, Gubernur DKI Pramono Anung memerintahkan agar penjualan tiketnya dilakukan secara seimbang antara pembelian online (daring) dan pembelian langsung (on the spot) di lokasi.

''Saya sudah memutuskan, yang 50 persen melalui online, dan 50 persen secara langsung tiketnya di lokasi,'' kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Keputusan itu diambil Pramono karena dia menilai penjualan tiket secara daring kurang mengakomodasi masyarakat. Utamanya, warga dari luar Jakarta yang datang langsung berkunjung ke Planetarium tersebut.

''Karena kasihan, banyak yang sudah datang dari mana-mana. Dari Depok, Bekasi, Tangerang, kemarin itu banyak sekali yang datang (ke Planetarium, Red),'' imbuhnya. Kebijakan itu diambil agar akses masyarakat terhadap layanan edukasi publik bisa lebih merata dan adil.

Terkait kekhawatiran adanya praktik percaloan pada pembelian tiket langsung, Pramono memastikan hal tersebut tidak akan ditoleransi. ''Nggak ada calo. Nggak mungkin ada calo,'' tegasnya.

Bahkan, Pramono meminta Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola bertanggung jawab penuh apabila praktik percaloan masih ditemukan. ''Kalau ada calo, yang saya minta tanggung jawab dirut Jakpro. Saya sudah wanti-wanti, nggak boleh ada calo,'' katanya. Dengan kebijakan baru itu, Pemprov DKI berharap masyarakat bisa lebih mudah menikmati fasilitas Planetarium, terutama di masa liburan sekolah dan akhir tahun.(rya/)

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore