Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2026, 23.32 WIB

Tiang Monorel Rasuna Said Jaksel Dibongkar Pekan Depan, Makan APBD Rp 100 Miliar Bareng Penataan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (7/1). (Masria Pane/Jawa Pos) - Image

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (7/1). (Masria Pane/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta mempercepat jadwal pembongkaran tiang-tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Jika sebelumnya direncanakan pada pekan ketiga Januari ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta untuk dipercepat menjadi pekan kedua Januari 2026.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (7/1). 

‘’Saat rapim (rapat pimpinan) kemarin, pak gubernur menyampaikan untuk dibongkar minggu depan. Jadi rencana minggu depan akan kami mulai. Insya allah hari Rabu, kalau enggak berubah,’’ terang Heru. 

Menurut Heru, pembongkaran dilakukan sekaligus dengan penataan ulang Jalan Rasuna Said sisi timur.

Selama ini, penataan belum bisa dilakukan karena masih adanya tiang monorel yang merupakan proyek mangkrak milik pemerintah pusat tersebut. Nantinya, konsep penataan akan disamakan dengan Rasuna Said sisi barat yang telah lebih dulu rampung.

“Jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kami tata. Nanti, jadi tidak ada pemisah jalur cepat dan lambat, sama seperti yang sisi barat,’’ jelasnya. 

Berdasar data Dnas Bina Marga DKI Jakarta, total ada 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Rasuna Said. Puluhan tiang itu berdiri kokoh di sepanjang 3,5 kilometer Jalan HR Rasuna Said.

Lantaran jumlahnya cukup banyak, maka pembongkaran juga diperkirakan memakan waktu cukup panjang. Heru memperkirakan, satu tiang membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk dibongkar.

‘’Satu tiang satu hari, ya kira-kira segitu hitungannya,” ujarnya saat ditanyakan estimasti pembongkaran. Meski demikian, Heru memastikan pembongkaran tidak akan menutup jalan utama.

Jalur cepat tetap dibuka penuh, sementara proses pembongkaran akan memanfaatkan jalur lambat dan diupayakan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas.

‘’Kami tidak akan menutup jalan. Gangguan sedikit mungkin ada, tapi jalur cepat tetap dibuka,” tegasnya.

Selanjutnya, dalam membongkar tiang monorel, Heru menyebutkan bahwa Jakarta tidak menggunakan pihak ketiga. Melainkan, mengandalkan satuan tugas Dinas Bina Marga atau pasukan kuning.

Saat ditanyakan rincian biaya pembongkaran, dia menyebutkan tidak menghafal secara detail. Namun, anggaran pembongkaran menggunakan APBD DKI Jakarta tahun 2026, yang sekaligus disatukan dengan anggaran penataan.

‘’Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Sekitar Rp 100 miliar,’’ katanya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore