Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2026, 00.16 WIB

Waspada Monsun Asia! Ini Alasan Jakarta Terus Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Whoosh melintas saat hujan deras. (istimewa) - Image

Whoosh melintas saat hujan deras. (istimewa)

JawaPos.com - Warga Jakarta diminta ekstra waspada dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait potensi hujan lebat yang disertai angin kencang yang menghantui ibu kota.

Pasalnya, masih ada pergerakan atmosfer yang cukup masif yang sedang terjadi di atas langit Pulau Jawa.

Mengapa Cuaca Jakarta Begitu Ekstrem?

Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia. Fenomena ini membawa massa udara basah dalam jumlah besar menuju wilayah Indonesia.

"Hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jakarta akhir-akhir ini dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang meningkatkan suplai massa udara basah, disertai peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut Cina Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa," ujar Ida, Selasa (13/1).

Tak hanya itu, adanya daerah tekanan rendah di timur Australia juga ikut memperparah keadaan. Hal ini menciptakan sirkulasi angin siklonik yang memicu perlambatan massa udara, sehingga awan hujan berkumpul lebih pekat di atas Jakarta, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Wilayah Jakarta yang Paling Rawan

Meski hampir seluruh wilayah Jakarta terdampak, BMKG mencatat ada beberapa titik yang memiliki potensi hujan jauh lebih intens dibandingkan wilayah lainnya.

Berdasarkan prediksi sepekan ke depan, sebagian besar Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, Ida memberikan catatan khusus untuk wilayah Jakarta selatan dan Jakarta Timur.

"Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," tambahnya.

Langkah Antisipasi dan Peringatan Dini

Mengingat ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang yang mengintai, BMKG meminta masyarakat untuk tidak lengah dan rutin mengecek prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.

"BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada musim hujan, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tegas Ida.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore