Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2026, 00.33 WIB

Pramono Ingin Revitalisasikan Pasar Baru dan Glodok Pecinan Bagian Dari TOD Baru Pembangunan MRT Fase 2A

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Monas. (Masria Pane/Jawapos) - Image

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Stasiun Monas. (Masria Pane/Jawapos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung menargetkan MRT Jakarta Fase 2A Bunderan Hotel Indonesia (BHI)- Kota Tua bisa beroperasi pada 2027 mendatang. Dengan rampungnya pembangunan salah satu transportasi massal Jakarta itu, selanjutnya dia mendorong lahirnya kawasan berorientasi transit atau transit oriented development dari Monas hingga Kota Tua.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, dengan penyelesaian konstruksi MRT tersebut, bisa menjadi faktor utama pengembangan kawasan di sana. 'Hal yang saya senang adalah kalau MRT sampai Monas bisa beroperasi penuh pada 2027, dari Monas sampai Kota Tua, bangunan atau pekerjaan di atasinya sudah bersih, maka saya meyakini bahwa Kota Tua maupun Monas akan menjadi TOD baru,' ujar Pramono.

Menurutnya, pengembangan TOD tersebut sejalan dengan keinginannya bersama Wakil Gubernur DKI Rano Karno yang ingin menata kawasan Pasar Baru dan Glodok. 'Kalau itu sudah menjadi TOD baru, maka apa yang menjadi cita-cita saya dan pak wagub untuk memperbaiki Pasar Baru dan Glodok Pecinan bisa terwujud,' jelasnya. Memang, sejak tahun lalu, keduanya menyampaikan ingin merevitalisasi kedua kawasan tersebut. Terlebih, Pasar Baru yang sebelumnya disebutkannya sebagai Ruh Jakarta.

Pasar Baru dulunya dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tertua dan tersibuk di Jakarta. Kini, Kawasan Pasar Baru itu tampak sepi seakan pesonanya sedang meredup. Hal itulah yang ingin dibangkitkan kembali oleh Pramono dan Rano Karno.

Di sisi lain, Pramono menyebutkan, mendapat kritik terkait pembangunan gedung-gedung besar yang dinilai masih terpusat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Dia menegaskan, Pemprov DKI justru juga melakukan pengembangan wilayah pinggiran Jakarta. Dia memisalkan Waduk Batu Licin yang baru diresmikannya.

'Saya dikritik kenapa bangunan-bangunan besar hanya di Jakarta Pusat, padahal saya juga mendorong daerah pinggiran. Misalnya, Waduk Batu Licin kan tempatnya bagus,' jelasnya. Waduk itu disebutkannya salah satu catchment area atau daerah tangkapan air untuk mengurangi banjir di Jakarta. 'Yang saya lakukan sekarang ini sebenarnya lebih ingin mendorong daerah-daerah pinggiran itu mempunyai lokasi ataupun mempunyai tempat-tempat yang baik,' imbuhnya

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore