Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 04.03 WIB

ANTAM Tegaskan Kabar Ledakan Tambang di Bogor Itu Hoaks

Ilustrasi. Ledakan tambang emas Antam. (Istimewa) - Image

Ilustrasi. Ledakan tambang emas Antam. (Istimewa)

JawaPos.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang ANTAM di Bogor, Jawa Barat, adalah tidak benar alias hoaks.

Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi, menyatakan kabar yang menyebutkan adanya ledakan hingga ratusan orang terjebak di dalam tambang sama sekali tidak sesuai fakta.

“PT Aneka Tambang Tbk menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks),” ujar Wisnu dalam keterangannya, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, video yang ramai beredar di ruang publik merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan serta standar operasional perusahaan.

“Penanganan tersebut mencakup pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi ini tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” jelasnya.

Wisnu memastikan, tidak pernah terjadi ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten viral tersebut. Selain itu, tidak ada satu pun karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang.

“Perseroan memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan dan tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di area tambang,” tambahnya.

ANTAM, lanjut Wisnu, senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan good mining practice. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan aparat dan para pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Di akhir pernyataannya, ANTAM mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang,” pungkas Wisnu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore