Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 17.57 WIB

Driver Ojol Gelar Unjuk Rasa di Kawasan Monas Hari Ini, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Ilustrasi demo ojol. Pengamat ingatkan jangan ada sweeping saat demo ojol hari ini, dan sampaikan tuntutan yang jelas. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, diprediksi akan dipadati massa hari ini, Kamis (15/1). Ratusan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional, bersama berbagai elemen massa menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian telah bersiaga sejak pagi. Sebanyak 998 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek jajaran dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif.

Seluruh petugas yang berjaga diinstruksikan untuk tidak membawa senjata api. Fokus utama ialah memberikan pelayanan melalui pendekatan yang persuasif dan dialogis.

Sebelum terjun ke lapangan, aparat telah melakukan Tactical Wall Game (TWG) dan apel kesiapan pada pukul 08.00 WIB guna memetakan potensi dinamika massa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, kehadiran aparat adalah untuk menjamin hak konstitusional warga negara.

"Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ujar Reynold, Kamis (15/1).

Imbauan untuk Peserta Aksi dan Pengguna Jalan

Pihak kepolisian meminta para orator dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban umum. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain larangan menutup jalan, membakar ban, hingga merusak fasilitas umum.

"Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," tambah Reynold.

Tak hanya bagi peserta aksi, imbauan juga ditujukan bagi masyarakat umum. Pengguna jalan yang berencana melintasi area Gambir dan Monas disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

Terkait kemacetan, polisi menjelaskan bahwa penutupan atau pengalihan arus jalan akan dilakukan melihat kondisi di lapangan.

"Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan," imbuh Kapolres.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore