Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 23.38 WIB

Kisah Novianis, Penumpang Disabilitas yang Terjatuh di Dekat Halte Kejagung: Transjakarta Janji Perketat Pendampingan

Sejumlah pramudi atau pengemudi Transjakarta melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pramudi atau pengemudi Transjakarta melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini tengah menjadi sorotan setelah seorang pelanggan disabilitas netra, Novianis, mengalami kecelakaan saat menggunakan layanan Transcare pada Minggu (11/1).

Novianis dilaporkan terjatuh ke dalam saluran air di area pedestrian, sekitar 150 meter dari Halte Kejaksaan Agung, setelah turun dari armada Transcare. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian punggung dan tangan.

Peristiwa bermula saat korban diturunkan di titik yang dianggap aman menuju halte. Namun, saat petugas melanjutkan perjalanan untuk mengantar empat penumpang lain, musibah tersebut terjadi di area pejalan kaki.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi mengatakan, pihaknya telah mengunjungi kediaman korban pada Senin (12/1). Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian inj.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Transjakarta memohon maaf sebesar-besarnya kepada Saudari Novianis atas ketidaknyamanan dan musibah yang dialami. Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, tim Transjakarta telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman Saudari Novianis untuk memantau kondisi kesehatan korban serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung," ujar Tjahyadi, Rabu (14/1).

Evaluasi Total SOP Layanan Disabilitas

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi standar pelayanan pelanggan prioritas. Tjahyadi menekankan bahwa aspek pendampingan bagi penyandang disabilitas kini menjadi fokus evaluasi menyeluruh.

"Kami menyadari bahwa dalam melayani pelanggan disabilitas, aspek pendampingan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati hingga memastikan pelanggan berada di zona yang benar-benar aman," tambahnya.

Transjakarta berjanji akan memperketat penerapan Standard Operating Procedure (SOP) di lapangan. Petugas pun akan diwajibkan untuk menuntun pelanggan disabilitas hingga titik yang benar-benar aman.

"Kami sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh pramusapa dan petugas operasional di lapangan. Kami akan memperketat penerapan Standard Operating Procedure (SOP), khususnya mengenai kewajiban petugas untuk menuntun pelanggan disabilitas hingga titik yang benar-benar aman dan terhubung dengan aksesibilitas yang memadai. Pelatihan sensitivitas layanan bagi pelanggan prioritas akan kami tingkatkan kembali bagi seluruh jajaran garda terdepan kami," katanya.

Gubernur Pramono Anung Beri Teguran Keras

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku sangat prihatin atas insiden ini. Ia memastikan akan menegur jajaran direksi untuk dimintai pertanggungjawaban.

"Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta," tegas Pramono saat berada di kawasan Tanah Abang, Selasa (13/1).

Pramono juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

"Karena saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah. Dan secara khusus untuk ini saya minta maaf," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore