Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2026, 01.35 WIB

Wagub Rano Sebut Tiang Monorel Mangkrak di Senayan Kewenangan Setneg

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (dua kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta ke 12 Sutiyoso (tiga kiri) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) menyaksikan pembongkaran tiang Monorel di jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/01/2026). (Hanung H - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (dua kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta ke 12 Sutiyoso (tiga kiri) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) menyaksikan pembongkaran tiang Monorel di jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/01/2026). (Hanung H

JawaPos.com - Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said sedang berjalan saat ini. Pemprov DKI menegaskan bahwa proses pembongkaran yang dikerjakan oleh pasukan kuning Dinas Bina Marga itu berlangsung pada malam hari, tanpa penutupan jalan.

Wakil Gubernur DKI Rano Karno menjelaskan, tiang monorel yang usianya hampir 22 tahun ada di dua kawasan. Pertama di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, lalu satunya lagi ada di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat.

''Jadi, ada dua komponen yang berbeda. Kalau Rasuna Said itu kepemilikannya pada Adhi Karya,'' jelasnya. Sementara kewenangan jalan itu ada pada Pemprov DKI. Oleh karena itu mereka menyurati Adhi Karya untuk membongkar tiang tersebut. Lantaran tidak ada tindaklanjut, Pemprov DKI akhirnya memutus untuk membongkar sendiri.

''Jakarta harus memutuskan. Karena itu harus kami, istilahnya tebang (bongkar, Red),'' tambahnya. Setelah pembongkaran itu, jajarannya akan menata jalan kiri H.R. Rasuna Said sama dengan jalan kanan yang sudah tertata dengan baik. Untuk pembongkaran dan penataan di Rasuna Said itu, Pemprov DKI akan menggelontorkan dana sebesar Rp 102 miliar.

Sementara untuk tiang monorel di Jalan Asia Afrika, Senayan, dia menyebutkan bahwa jalan di sana bukan kewenangan Pemprov DKI.

''Tiang di Senayan yang saya ingat itu adalah wewenang Setneg (Sekretariat Negara),'' katanya.

Namun begitu, Rano menjelaskan bahwa beberapa tiang mangkrak di sana akan dimanfaatkan untuk reklame videotron.

''Tapi kan tidak mungkin bisa semua (digunakan untuk videotron). Saya pernah di DPR, itu kan ada tiangnya di belakang dan menggangu,'' imbuhnya.

Menurutnya, tiang monorel mangkrak yang di belakang DPR itu yang kemungkinan untuk ditata atau dibongkar. ''Mungkin, itu bisa juga kami minta untuk segera ditebang istilahnya (dibongkar, Red),'' katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung juga menyebutkan akan menata tiang monorel di Kawasan Senayan tersebut. Namun, penataannya dilakukan setelah di Rasuna Said rampung.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore