Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2026, 01.21 WIB

Geger! Pengemudi Mobil Meninggal Dunia di Tengah Kemacetan Flyover Jelambar

Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN - Image

Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN

JawaPos.com - Seorang pria berinisial AR, 51, ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di tengah kemacetan parah di Flyover Jelambar di jalan Prof Dr Latumenten, Jakarta Barat, pada Kamis (22/1) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini sempat menghebohkan pengguna jalan yang melintas.

Korban yang merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, ditemukan dalam posisi duduk dengan kepala merunduk di balik kemudi.

Kronologi Penemuan Korban di Tengah Macet

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Grogol Petamburan (Gropet) AKP Alexander Tengbunan menjelaskan kronologi penemuan korban yang awalnya dikira hanya berhenti biasa.

Kejadian bermula saat saksi di sekitar lokasi melihat sebuah mobil tiba-tiba berhenti mendadak di tengah jalan. Karena menghalangi arus lalu lintas, saksi kemudian melaporkan hal tersebut kepada petugas Polantas yang sedang berjaga.

"Jadi tadi sekitar jam 1 (siang) ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil terus tiba-tiba berhenti di tengah jalan, kemudian saksi ini memberitahu kepada anggota lantas ada mobil berhenti di tengah jalan, kemudian lantas membantu dorong mobil tersebut. Namun, direm tangan, sempat diketuk kacanya (mobil) namun tidak direspons," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/1).

Singkatnya, ketika pintu mobil dibuka, petugas melihat korban dalam keadaan duduk dengan kepala merunduk. Petugas yang curiga kemudian memeriksa denyut nadi korban. Sayangnya, nyawa pria kelahiran Tasikmalaya tersebut sudah tidak tertolong.

"Terus ketika membuka pintu, nah korban ini dalam keadaan duduk dan kepalanya merunduk. Jadi, kaus abu-abu dan celana jins biru, dia merunduk," terangnya.

Dugaan Penyebab Kematian: Sakit

Pihak Kepolisian dari Polres Jakarta Barat langsung melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh AR.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di dalam mobil yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

"Terus pas dicek denyut nadinya korban ini sudah tidak berdetak, terus diidentifikasi sama polres Jakbar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jadi dugaannya meninggal karena sakit, adapun itu ditemukan obat-obatannya seperti minyak angin, insto, inhaler obat asma, jadi kita belum tau (penyebabnya) kalau mau tahu kan melalui proses pemeriksaan di rumah sakit, terus kita sudah serahkan di RSCM, nanti mungkin menunggu hasil," lanjutnya.

Saat ini, jenazah AR telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga bergerak cepat menghubungi keluarga korban.

"Sudah kita komunikasikan pihak keluarga dan pihak keluarga sudah datang bertemu dengan penyidik," imbuhnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore