Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Januari 2026, 03.47 WIB

Lawan Cuaca Ekstrem, Jakarta Tebar 2,4 Ton Bahan Semai Awan pada Hari Kedelapan

Pemerintah bersiaga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem hingga akhir tahun. Potensi hujan lebat dan sangat lebat diperkirakan akan turun di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut) sampai Papua. - Image

Pemerintah bersiaga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem hingga akhir tahun. Potensi hujan lebat dan sangat lebat diperkirakan akan turun di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut) sampai Papua.

JawaPos.com - Jakarta kembali "berperang" melawan ancaman banjir. Memasuki hari kedelapan, Pemprov DKI Jakarta melalui BPBD masih terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menghalau awan hujan agar tidak tumpah di wilayah ibu kota.

Langkah ini menjadi benteng utama mitigasi bencana hidrometeorologi di tengah ancaman cuaca ekstrem yang membayangi Jakarta dan sekitarnya.

Operasi hari kedelapan ini tidak main-main. Sebanyak tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 dikerahkan dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Kolaborasi antara BPBD DKI, BNPB, BMKG, dan TNI AU ini membagi tugas penyemaian awan menjadi tiga titik strategis:

- Sektor Bogor: Fokus memecah awan potensial agar tidak bergerak masuk ke Jakarta. Sebanyak 800 kg Kalsium Oksida (CaO) ditebar di ketinggian 7.000 kaki.

- Overhead Jakarta: Penyemaian dilakukan tepat di atas langit Jakarta pada ketinggian 5.000–7.000 kaki untuk menekan intensitas hujan di darat.

- Kabupaten Tangerang: Area ini juga menjadi target penyemaian guna mengalihkan massa awan sebelum mencapai pemukiman padat.

Operasi ini bertujuan memastikan hujan tidak terkonsentrasi di satu titik yang berisiko menyebabkan genangan besar.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, seluruh langkah ini didasarkan pada data atmosfer yang presisi.

“Operasi Modifikasi Cuaca hari kedelapan ini merupakan langkah antisipatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi potensi dampak curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi lainnya," ujarnya, Jumat (23/1).

Isnawa memastikan, pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara berkelanjutan. Sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman dan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.

Isnawa juga menambahkan, timnya rutin melakukan evaluasi harian agar operasi ini benar-benar efektif meredam cuaca ekstrem.

Meski teknologi modifikasi cuaca sedang bekerja di langit, masyarakat di darat diminta tidak lengah. Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih tetap ada.

Warga diimbau untuk menjaga kebersihan saluran air guna mencegah penyumbatan. Jika terjadi kondisi darurat, Anda bisa segera menghubungi Jakarta Siaga 112 atau memantau kondisi banjir secara real-time melalui aplikasi JAKI dan situs resmi Pantau Banjir.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore