Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Februari 2026, 01.33 WIB

MRT Jakarta Tembus Balaraja! Pramono Anung dan Andra Soni Teken Proyek Fase 2

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan penandatanganan kerja sama proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja, Rabu (4/2). - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan penandatanganan kerja sama proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja, Rabu (4/2).

JawaPos.com - Kabar gembira bagi warga komuter! Kemacetan horor antara Jakarta dan Banten tampaknya bakal segera punya solusi permanen. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni baru saja meresmikan kerja sama besar untuk proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/2). Proyek ini bukan sekadar pembangunan rel, melainkan langkah nyata memperkuat konektivitas kawasan metropolitan. Gubernur Pramono Anung menegaskan, kolaborasi antarprovinsi adalah harga mati untuk membereskan masalah mobilitas.

"Hari ini, kita mencatat sejarah penting melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan," ujar Gubernur Pramono.

Integrasi transportasi ini diharapkan mampu menyulap wajah Jakarta dan sekitarnya. Nantinya, koridor Utara-Selatan akan tersambung hingga Kota Tua, sementara koridor Barat-Timur akan menembus hingga Balaraja, Banten.

Pramono menekankan bahwa Jakarta dan Banten tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola transportasi publik.

"Jakarta dan Banten merupakan satu kesatuan kawasan metropolitan. Penyelesaian persoalan transportasi, lingkungan, dan pelayanan publik tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Prinsipnya harus saling memberi manfaat dan saling menguntungkan," jelasnya.

Ia pun optimis bahwa proyek ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kedua provinsi.

"Jika apa yang ditandatangani hari ini dapat terwujud, ini akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan. Sesuatu yang dimulai dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan persahabatan. Saya yakin, kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. Semoga proyek ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global," tambahnya.

Banten Sambut Baik Akses Transportasi Modern

Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemprov DKI. Menurutnya, ketergantungan mobilitas antara warga Banten dan Jakarta sangatlah tinggi, sehingga kehadiran MRT adalah kebutuhan mendesak.

"Banten membutuhkan Jakarta, dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama. Kami berharap MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten, sehingga manfaat pembangunan transportasi massal dapat dirasakan secara merata. Insyaallah, semoga hasil studi nantinya menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan bersama," jelas Andra Soni.

Target 50 Juta Penumpang di Tahun 2026

Proyek ini digarap oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama sejumlah pengembang swasta. Optimisme ini didorong oleh tren positif pengguna MRT yang terus meroket.

Tercatat, jumlah pelanggan MRT Jakarta menembus angka 46,5 juta orang pada 2025. Dengan perluasan rute hingga Balaraja, target ambisius 50 juta pelanggan pada tahun 2026 diyakini dapat tercapai dengan mudah.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore