Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Februari 2026, 22.50 WIB

Bukan Cuma Kuburan, Lahan TPU Pegadungan Bakal Dilengkapi Waduk 10 Hektar!

Suasana TPU Jombang pemakaman khusus Covid-19 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten (15/6/2021). Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie memastikan ketersediaan lahan pemakaman khusus Covid-19 di Tangerang Selatan. Saat ini, pemakaman khusus Covid d

JawaPos.com - Relokasi warga Kelurahan Kamal yang mendiami lahan calon Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, mulai menemui titik terang. Sebanyak sembilan Kartu Keluarga (KK) resmi pindah ke berbagai Rumah Susun (Rusun) yang disediakan Pemprov DKI.

Warga kini tersebar di beberapa lokasi, mulai dari Rusun Tegal Alur dan Pesakih di Jakarta Barat, Rusunawa Rawa Bebek di Jakarta Timur, hingga Rusun Rawasari di Jakarta Pusat.

"Sudah dipindah kemarin. Rusun Tegal Alur 4 KK, Rusun Pesakih 3 KK, Rusun Rawa Bebek 1 KK, Rawasari 1 KK," ujar Lurah Kamal, Edy Sukarya, Minggu (22/2).

Fasilitas Rusun Dipastikan Layak Huni

Sempat beredar kabar mengenai kendala fasilitas seperti atap bocor dan air macet pada awal tahun 2026. Namun, Edy menjamin unit yang ditempati warga saat ini sudah dalam kondisi prima.

"Alhamdulillah. Perintah Bu Wali, orang mau pindah harus rapi. Jangankan kamar, jalanannya pun harus rapi kita sambut. Alhamdulillah sudah, mantap, siap semua fasilitas," tegas Edy.

Proses pemindahan ini diprediksi akan terus bergulir selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Edy menargetkan seluruh warga sudah mengosongkan lahan sepekan setelah lebaran.

Meski sebagian sudah pindah, proses relokasi ini bukannya tanpa hambatan. Kendala utama yang dihadapi adalah penuhnya unit rusun di area Jakarta Barat. Warga merasa keberatan jika harus direlokasi ke wilayah yang jauh dari tempat mereka mencari nafkah.

"Pada prinsipnya mereka mau semua sebetulnya (direlokasi), cuma sayang rusunnya jauh. Saya sudah survei sama mereka, kendalanya itu doang, jauh. Mereka kan nyari nafkahnya di sini, itu masalahnya," jelas Edy.

Ia memahami kekhawatiran warga yang sudah menetap lebih dari 30 tahun di lokasi tersebut. Menurutnya, memindahkan warga bukan sekadar memberi tempat tinggal, tapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi mereka.

"Mereka kan itu bertahun-tahun di situ, 30 tahun lebih, orang pribumi, pindah tiba-tiba jauh. Masalahnya cari nafkah, kalau pindah doang gampang," tambahnya.

Dalam proses ini, Edy juga sempat menyentil kesiapan koordinasi antarinstansi. Ia berharap Dinas Perumahan lebih proaktif dalam menyediakan unit yang strategis.

"Harusnya tuh dulu kalau mau mindahin ke rusun gitu, Dinas Perumahan harus siap. Ini mah enggak, kita disuruh nyari sendiri. Aduh, kita lurah kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, ngerayu-rayu warga, minta yang deket," keluhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore