Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 00.47 WIB

Satgas Operasi Damai Cartenz Kejar Anggota KKB Pelaku Pembunuhan Sopir di Dekai

Penyidik dari Polres Puncak Jaya dan Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan olah TKP penembakan almarhum Brigpol Ronald pada Senin (18/8). (Polri) - Image

Penyidik dari Polres Puncak Jaya dan Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan olah TKP penembakan almarhum Brigpol Ronald pada Senin (18/8). (Polri)

JawaPos.com - Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Selasa malam (14/10) menyebabkan seorang korban meninggal dunia. Korban bernama Bahar bin Saleh merupakan pria berusia 55 tahun yang bekerja sebagai sopir. 

Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz menyatakan bahwa Bahar meninggal dunia akibat luka berat. Luka itu dialami dalam penyerangan di Halaman Gereja GIDI Siloam, Jalan Poros Logpon Kilometer 4. Informasi yang diterima dari aparat kepolisian menyatakan bahwa penyerangan terjadi sekitar pukul 20.05 WIT. 

”Korban tiba-tiba diserang dari arah jalan masuk. Meski sempat berusaha melarikan diri ke area dalam gereja, pelaku tetap mengejar dan melakukan penikaman berulang hingga korban tersungkur,” kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani kepada awak media pada Rabu (15/10). 

Brigjen Faizal menyampaikan bahwa kepala suku setempat sudah berusaha menolong korban dan meneriaki pelaku agar berhenti melakukan penganiayaan. Namun, upaya tersebut sia-sia. Pelaku terus menghujani korban dengan serangan hingga akhirnya tersungkur dan kehilangan nyawa. 

Oleh masyarakat setempat, korban dievakuasi ke RSUD Dekai. Namun, petugas kesehatan yang menangani menyatakan korban sudah meninggal dunia akibat luka tusuk parah pada bagian perut, dada, dan kepala. 

Setelah penyerangan itu, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo segera menuju lokasi untuk melakukan pengejaran, penyisiran, serta pengamanan area sekitar gereja.

Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga menambahkan, hasil penyelidikan awal mendapati bahwa pelaku penikaman diduga bagian dari KKB Kodap XVI Yahukimo. Kelompok itu aktif melakukan aksi di wilayah Jalan Poros Logpon Kilometer 4.

”Korban turut membantu persiapan peresmian Gereja GIDI Siloam yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Namun akibat peristiwa tragis tersebut, kegiatan peresmian terpaksa ditunda,” imbuhnya.

Aparat kepolisian menyebut insiden tersebut kembali membuktikan bahwa KKB adalah kelompok yang kejam. Mereka terus melakukan aksi kejahatan bersenjata tanpa pandang bulu dan menebar teror.  Termasuk menyasar fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore