Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 04.40 WIB

Bahlil Diserang Ujaran Kebencian, LBH AMPI Adukan 30 Akun Medsos ke Bareskrim Polri

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan perwakilan SPBU swasta memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SPBU swasta di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Salman Toyi - Image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan perwakilan SPBU swasta memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SPBU swasta di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Salman Toyi

JawaPos.com - Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) memberikan pembelaan terhadap Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia atas serangan fitnah dan ujaran kebencian. Bahlil diduga diserang oleh beberapa akun media sosial tentang persoalan di luar kinerjanya sebagai Menteri ESDM.

Terkait hal itu, AMPI mendatangi Bareskrim Polri untuk membuat aduan. Mereka meminta kepada Polri menindak tegas para netizen yang melakukan ujaran kebencian kepada Bahlil.

Wakil Ketua Dewan Penasihat LBH AMPI, Steven Izaac Risakotta mengatakan, sejumlah barang bukti sudah diberikan kepada penyidik Direktorat Siber Bareskrim. Dia berharap proses hukum bisa segera dijalankan.

"Kami ke sini tujuannya itu untuk melaporkan ada beberapa media yang mana di situ mensertakan nama ketua umum kami, dalam hal ini Menteri ESDM, Bapak Bahlil Lahadalia, Kebetulan beliau juga selaku pembina di DPP AMPI," kata Steven di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/10) malam.

AMPI mencatat ada sekitar 30 akun media sosial yang terindikasi melakukan ujaran kebencian terhadap Bahlil. Saat ini aduan tersebut telah diterima oleh penyidik Polri.

Lebih lanjut, Steven menjelaskan, langkah hukum ini diambil AMPI bukan bentuk anti kritik. Selain itu, tidak ada intruksi langsung dari Bahlil untuk membuat aduan.

“Biar efek jera lah kepada akun-akun tersebut yang mana tidak bisalah dibenarkan, menyampaikan sesuatu hal di media itu harus secara yang lebih objektif dan bijak," imbuhnya.

Salah satu unggahan yang sempat diungkap oleh Steven yakni foto Bahlil yang disandingkan dengan sesosok anak kecil. Lalu ditambahi keterangan tidak pantas. "Pak Prabowo kapan si jelek ini di reshuffle," tulis akun @kementerianbakuhantam.

Steven mengungkapkan bahwa AMPI tidak semata-mata membela Bahlil melainkan ingin memberikan pelajaran kepada publik agar lebih beretika dan bijak menggunakan media sosial.

"Kami terasa terpanggil, bahwa ya bukan kami aja ya, kepada masyarakat juga di luar sana, apabila ada melakukan hal yang tersebut, ya kami datang mencari keadilan. Tujuannya untuk apa? Untuk kasih efek jera," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore