Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 01.49 WIB

Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Pribadi Tertutup, Jarang Bergaul dengan Sesama Siswa

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di gedung Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di gedung Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang (7/11) didalangi oleh seorang siswa berinisial F. Kini dia sudah menjadi anak berkonflik dengan hukum. Berdasar penelusuran yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan jajaran, F merupakan pribadi tertutup yang jarang bergaul. Bahkan dengan sesama siswa di sekolah yang berada di Komplek Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) tersebut. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa fakta tersebut terungkap setelah anak buahnya memeriksa belasan saksi. Para saksi terdiri atas keluarga pelaku, guru, dan teman sekolah pelaku. Dari belasan saksi tersebut, diketahui bahwa F adalah seorang remaja yang cenderung tertutup bila dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Dia jarang bergaul dan bercengkrama dengan sekitar. 

”Keterangan yang kami himpun, anak yang berkonflik dengan hukum dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul,” terang Irjen Asep Edi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Selasa (11/11). 

Meski dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul, dalam aktivitas di dunia maya, polisi mendapati bahwa F memiliki ketertarikan pada berbagai tindak kekerasan. Tidak hanya itu, Asep menyebut, ketertarikan F terhadap hal-hal berbau kekerasan itu disebut ekstrem. Hal itu bersesuaian dengan data yang disampaikan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Bahwa pelaku belajar membuat peledak seorang diri. 

”(Pelaku) tertarik konten kekerasan dan hal esktrem,” kata jenderal bintang dua Polri tersebut. 

Ledakan yang terjadi pada Jumat siang pekan lalu melukai 96 korban. Sebagian besar korban mengalami luka ringan dengan gangguan pendengaran paling banyak dikeluhkan. Meski begitu, beberapa korban mengalami luka cukup serius hingga harus dioperasi. Pelaku termasuk salah seorang korban yang juga terluka berat akibat dampak ledakan. Kini dia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore