
Barang bukti terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Meski sudah berstatus anak berkonflik dengan hukum, F sebagai pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta tidak terlibat jaringan teroris. Polda Metro Jaya bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memastikan hal itu setelah melakukan penelusuran selama lebih kurang 5 hari sejak ledakan terjadi pada Jumat pekan lalu (7/11).
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta yang berada di Komplek Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) itu memang terjadi saat ibadah salat Jumat sedang berlangsung. Akibatnya fatal, ledakan di dalam masjid yang terekam terjadi pada pukul 12.02 WIB tersebut menyebabkan puluhan korban luka.
”Berdasarkan hasil penyelidikan sementara anak yang berkonflik dengan hukum atau ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan seorang siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu,” kata Asep kepada awak media di Jakarta pada Selasa malam (11/11).
Kesimpulan itu diambil setelah Polda Metro Jaya bersama jajaran dan tim dari Mabes Polri melaksanakan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Proses itu dilakukan bersama-sama oleh Densus 88 Antiteror, Puslabfor Mabes Polri, dan Pusdokkes Polri. Buka hanya jejaring, latar belakang pelaku dan hal-hal teknis terkait peledak juga sudah didalami.
”Kami melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi kejadian oleh Sat Brimob (Polda Metro Jaya) termasuk penjinakan 3 bom rakitan aktif yang ditemukan di 2 titik TKP. Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap bahan peledak yang digunakan bersama Puslabfor Polri untuk memastikan jenis dan daya ledaknya,” ucap dia.
Tidak berhenti sampai di situ, Puslabfor Mabes Polri bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Satreskrim Polres Metro Jakut telah melakukan penggeledahan di rumah anak yang berkonflik dengan hukum tersebut. Kemudian melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi yang terdiri atas keluarga pelaku, guru, dan teman-teman pelaku.
”Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, dan dia juga memiliki ketertarikan pada konten kekerasan serta hal-hal yang ekstrim,” jelasnya.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat pekan lalu melukai 96 korban. Sebagian besar korban mengalami luka ringan. Namun demikian beberapa diantaranya terluka cukup serius sehingga harus menjalani operasi. Pelaku termasuk salah seorang korban yang terluka berat. Dia kini masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati secara intensif.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
