Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 02.58 WIB

6 Peristiwa Teror Jadi Inspirasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Hobi Searching Hal Ekstrem Sejak Awal 2025

Barang bukti terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Barang bukti terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pendalaman yang dilakukan oleh polisi terhadap pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta mengungkap sejumlah fakta. Termasuk riwayat pencarian siswa SMA berinisial F tersebut di dunia maya. Sejak awal tahun, dia sudah mencari tahu beberapa hal ekstrem. Dari pencarian itu, total ada 6 peristiwa teror yang menginspirasi pelaku. 

Juru Bicara (Jubir) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror AKBP Mayndra Eka Wardhana menyampaikan hal itu kepada awak media dalam konferensi pers pada Selasa malam (11/11). Dia menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pelaku memang dipengaruhi oleh aksi teror dan kelompok ekstrimis di luar negeri. Namun, pelaku tidak terkait dengan jejaring kelompok tersebut.

”Bahwa itu hanya sekedar inspirasi dan ada pola yang berurutan yang mereka posting di komunitas media sosial-nya. Dan itu juga menjadi awareness ke depan bagi kita semua terkait adanya violence atau kekerasan di dunia maya. Terutama bagi para pengguna media sosial, orang tua, dan sebagainya,” kata dia.

Pencarian yang dilakukan oleh pelaku di dunia maya, kata Mayndra, sudah dilakukan sejak awal 2025. Riwayat pencarian pelaku di internet menunjukkan bahwa dia memang sudah mencari hal-hal berbau ekstrem dan tindak kekerasan sejak beberapa bulan lalu. Namun, aksi baru dilakukan pekan lalu karena yang bersangkutan merasakan tekanan yang begitu besar.

”Dari awal tahun yang bersangkutan sudah mulai melakukan pencarian,” kata perwira menengah Polri dengan dua kembang di pundak itu. 

Adapun 6 peristiwa teror yang menginspirasi pelaku untuk beraksi hingga menyebabkan puluhan korban luka-luka terdiri atas: 

  1. Tragedi Penembakan Eric Harris dan Dylan Klebold yang terjadi pada 1999 di Colorado, Amerika Serikat (AS). Tragedi itu berkaitan dengan aliran Neo-Nazi.
  2. Penembakan di Gereja Charleston di South Carolina, AS pada 2015 yang dilakukan oleh Dylann Roof. Peristiwa itu terkait dengan aliran White Supremacy.
  3. Aksi yang dilakukan oleh Alexandre Bissonnette yang melakukan penembakan di sebuah masjid di Quebec City pada 2017 lalu. Tindakan itu terkait dengan aliran White Supremacy.
  4. Aksi yang terkait dengan Neo-Nazi di Rusia pada 2018 yang dilakukan oleh  Vladislav Roslyakov di Politeknik Hertz.
  5. Tindakan yang terhubung dengan aliran etnonasionalis yang dilakukan oleh Brenton Tarrant  dalam peristiwa Christchurch Mass Attack pada 2019 lalu.
  6. Aksi yang terkait dengan Neo-Nazi di Amerika Serikat pada 2024 atau tahun lalu.


”Yang bersangkutan hanya mempelajari kemudian mengikuti beberapa tindakan ekstremisme yang dilakukan bahkan posenya, kemudian beberapa simbol yang ditemukan itu sekedar menginspirasi,” imbuhnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore